Sekjen GenZET: Tuduhan Bisnis PCR ke Erick Thohir Miskin Data dan Tidak Sesuai Fakta

Sekjen GenZET: Tuduhan Bisnis PCR ke Erick Thohir Miskin Data dan Tidak Sesuai Fakta

Foto
Sekjen GenZET Enggal Prayugo

Sekjen Generasi Z Entrepreneur Enggal Prayugo menyebutkan bahwa tuduhan bisnis PCR kepada Menteri BUMN Erick Thohir jelas dipolitisasi. Menurutnya tuduhan tersebut miskin data dan tidak sesuai dengan fakta yang ada. 

Menteri BUMN Erick Thohir mendapat tuduhan dari Aktivis YLBHI Agustinus Edi Kristiyanto berbisnis PCR. Pernyataan Edi tersebut pun viral di media sosial dan membuat kegaduhan.

Baca juga: Pengamat Irma Chaniago: Isu Bisnis PCR Adalah Upaya Pembunuhan Karakter  

Erick Kerja Keras Tangani Pandemi Covid-19


Tuduhan keji tersebut pun mendapat respon dari masyarakat dan berbagai pihak, salah satunya tokoh muda Enggal Prayugo dari komunitas muda kreatif Generasi Z Entrepreneur. Menurutnya Erick Thohir telah bekerja keras untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi, harusnya mendapat apresiasi karena berhasil mengendalikan pandemi. 

"Pemerintah sudah bekerja keras mengendalikan Covid selama 2 tahun ini. Layak kita berikan apresiasi," ungkap Enggal Prayugo saat dihubungi tim correcto Minggu 7 November 2021. 

Tuduhan Tidak Sesuai Fakta


Menurut Yugo tuduhan yang diarahkan kepada Erick Thohir tersebut dibuat-buat untuk menciptakan kegaduhan karena secara jelas miskin data dan tidak sesuai dengan fakta. Dirinya menilai rumor tersebut secara nyata dipolitisasi oleh kelompok tertentu untuk menyudutkan Erick Thohir.   

"Adanya tuduhan isu PCR yang membawa nama Pak Erick Thohir hanya kegaduhan yang diciptakan tanpa data dan fakta. Terlihat jelas hanya upaya politisasi. 

Baca juga: Pengamat Politik: Isu Bisnis PCR Adalah Upaya Black Campaign Lawan, Simak Disini 

Resiko Orang Baik dan Pekerja Keras


Menurut Yugo Erick Thohir adalah sosok yang baik, sebagai Menteri BUMN dirinya telah bekerja keras untuk rakyat hingga mendapat berbagai capaian dan prestasi. Menurut Yugo tuduhan yang diarahkan pada Erick Thohir adalah resiko sebagai pejabat publik  yang berprestasi.   

"Maaf kita sudah paham, mungkin ini resiko orang baik yang bekerja dan berprestasi seperti pak Erick. Jangan Tergiring". Tagas Enggal Prayugo, Sekjen Generasi Z Entrepreneur.