Sewa Pesawat Garuda Mahal, Arya Sinulingga Minta KPK Periksa Mantan Pejabat Garuda

Sewa Pesawat Garuda Mahal, Arya Sinulingga Minta KPK Periksa Mantan Pejabat Garuda

Ahmad Diponegoro
2021-11-01 14:54:16
Sewa Pesawat Garuda Mahal, Arya Sinulingga Minta KPK Periksa Mantan Pejabat Garuda
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa mantan pejabat Garuda Indonesia terkait sewa pesawat Garuda yang mahal. foto: Instagram

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa mantan pejabat Garuda Indonesia terkait sewa pesawat Garuda yang mahal.

Langkah ini sebagai bentuk dukungan Kementerian BUMN kepada mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Peter Gontha untuk membongkar dugaan adanya ketidakberesan penyewaan pesawat Garuda Indonesia. 

Baca Juga:  Ini Akun Instagram Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia Dilaporkan ke Menteri BUMN Karena Liburan


Ketidakberesan penyewaan pesawat

Arya Sinulingga dalam sebuah keterangan pada Senin, 1 November 2021, mengatakan adanya ketidakberesan pada penyewaan pesawat Garuda Indonesia dan mendorong KPK untuk memeriksa semua mantan komisaris dan direksi Garuda terdahulu.

Hal ini, guna mengetahui ketidakberesan yang terjadi pada penyewaan pesawat Garuda yang dilakukan oleh perusahaan beberapa tahun lalu.


Peter Gontha ikut serta

Dalam kesempatan yang sama, Arya Sinulingga mengatakan adanya peran Peter Gontha dalam permasalahan penyewaan pesawat bagi Garuda dan menandatangani berkas untuk penyewaan pesawat untuk Garuda Indonesia.

Baca Juga:  Hutang Tersembunyi di Proyek Kereta Cepat, Arya Sinulingga: Itu Hoaks dan Tendensius


Alasan dipecat

Peter Gontha yang merupakan mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam sebuah keterangan, membeberkan alasan dirinya dipecat karena ada iuaran misterius dan lessor diberi harga sewa pesawat yang selangit.

Dalam hal ini, perusahaan leasing memberikan kredit pesawat yang semena-mena kepada maskapai milik negara itu.

Tentu saja, hal ini merupakan salah satu penyebab maskapai plat merah itu mendekati kebangkrutan.


Share :