Mengenal Sosok Akaela Feng, Perempuan Berdarah China-Jerman yang Agnostik, Kini Jadi Mualaf

Mengenal Sosok Akaela Feng, Perempuan Berdarah China-Jerman yang Agnostik, Kini Jadi Mualaf

Foto
Akaela Feng, Perempuan Berdarah China-Jerman yang Agnostik, Kini Jadi Mualaf (Foto: Instagram)

Akaela Feng merupakan sosok perempuan yang lahir dan dibesarkan di keluarga Agnostik. Akaela Feng, mualaf berdarah China-Jerman. 

Kini Akaela Feng mengaku lebih bahagia dalam menjalani kehidupannya menjadi seorang perempuan pemeluk agama Islam. 

Penasaran dengan sosok Akaela Feng? Berikut kisahnya yang telah dirangkum.

Baca juga: Mengenal Sosok Sarah Talbi, Wanita Tanpa Tangan Mampu Mengurus Anaknya

Mengenal agnostik

Agnostik secara harfiah memiliki arti tidak mengetahui. Namun secara definisi diartikan sebagai, orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (misalnya Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui. 

Dengan kata lain, agnostik adalah orang yang memandang, jika Tuhan merupakan hal yang tidak diketahui. 

Mencari Tuhan sejak SMA


Semasa SMA Akaela Feng pernah mengalami depresi dan permasalahan lainnya. Di SMA Akaela Feng, teman-temannya beragama Islam dan ada 3 anak muslim yang ia kenal baik.

Ia pun akhirnya penasaran terhadap agama Islam dan mulai belajar serta menanyakan semua tentang Islam kepada mereka. 

Setelah mengenal Islam, hati Akaela semakin tersentuh. Akaela juga mulai mengamalkan beberapa agama Islam dalam kesehariannya.

Mulai  berhenti memakan daging babi dan berpakaian layaknya seorang Muslimah. Baginya setelah mengamalkan aturan Islam, dirinya merasakan tanda kebenaran. 

Tunda mengucapkan syahadat


Setelah Akaela mengenal Islam, ia tidak langsung mengucapkan syahadat. Ia menunda membaca syahadah untuk beberapa lama. Namun Akaela sudah mempraktikkan ajaran Islam, mulai dari berzikir, makan dengan makanan yang hal dan lain sebagainya.

Akaela tersadar, bila ia harus mengucapkan syahadat dan akhirnya Akaela memutuskan untuk membaca dua kalimat syahadat melalui video call yang dibimbing oleh salah seorang Muslim di asramanya.

Baca juga: Mengenal Sosok Ainun Albarr Qolby Mecca, Mahasiswa Kedokteran UNAIR Termuda Berusia 15 Tahun

Izin dengan orangtuanya


Setelah menjadi mualaf, ia bingung untuk memberi tahu orangtua dan keluarganya. Ia pun akhirnya memberi tahu orangtuanya melalui pesan singkat. 

Meski orangtuanya sempat menolak bahwa putrinya mejadi seorang Muslim. Namun, setelah menjalani sebagai seorang Muslim selama hampir 2 tahun, orangtua Akaela mulai menerima perbedaan di antara mereka. 

Orangtuanya mulai menyadari bahwa Akaela mengalami perubahan karakter dan akhlaknya menjadi lebih baik. Akaela juga menjadi lebih bahagia dan percaya diri setelah menjadi Muslim.