Vaksin Berbayar untuk Umum Adalah Kebijakan Cepat Tanggap, Ini Negara yang Sudah Melakukannya

Vaksin Berbayar untuk Umum Adalah Kebijakan Cepat Tanggap, Ini Negara yang Sudah Melakukannya

adminweb
2021-07-12 10:04:37
Vaksin Berbayar untuk Umum Adalah Kebijakan Cepat Tanggap, Ini Negara yang Sudah Melakukannya
Ilustrasi/Foto: Getty Images

Melonjaknya angka kasus COVID-19 membuat beberapa negara di dunia harus memutar otak terkait bagaimana solusi terbaik untuk penanggulangi pandemi ini. 


Salah satu upaya yang sudah dilakukan dengan vaksinasi. Selain gratis, di beberapa negara ini juga sudah ada yang melegalkan vaksin berbayar untuk rakyat lho. 


Hal ini dilakukan dengan harapan bisa menjadi solusi terbaik penanggulangan pandemi COVID-19. Di mana rakyat di negara-negara ini bisa melakukan vaksinasi secara mandiri atau individu.


Lalu negara mana saja sih yang sudah legalkan vaksin berbayar untuk rakyatnya? Ini daftar negara yang sudah legalkan vaksin berbayar untuk umum.


Malaysia


Negara yang pertama legalkan vaksin berbayar untuk rakyar adalah Malaysia. 



Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin mengatakan, bahwa akan ada pasar vaksin COVID-19 Swasta di Malaysia pada awal Agustus 2021 mendatang.


Nantinya masyarakat Malaysia yang ingin mendapatkan vaksin secara cepat dan tak perlu antre, mereka bisa membeli vaksin untuk mereka sendiri.


Karena saat ini perusahaan swasta belum bisa menyediakan vaksin COVID-19 di pasar swasta lantaran kurangnya pasokan vaksin, Khairy Jamaluddin mengatakan, kalau beberaoa perusahaan swasta akan segera diizinkan untuk membawa pasokan vaksin langsung dari China. Termasuk vaksin Sinopharm COVID-19 yang diharapkan bisa segera didaftarkan.


Selain itu, Khairy Jamaluddin juga mengatakan, bahwa saat ini pihaknya sedang dalam diskusi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan pasar vaksin swasta bisa dilakukan mulai Agustus 2021 mendatang. Bahkan dirinya sudah mengintruksikan farmasi GLC untuk mulai mengadakan pertemuan dengan pemasok China untuk mengimfor vaksin untuk pasar swasta yang nantinya diharapkan bisa membantu mempercepat vaksinasi COVID-19 di Malaysia.


"Kalau mau cepat bayarlah," kata Khairy Jamaluddin.


Saat ini, Malaysia sudah melakukan vaksinasi terhadap masyarakat Malaysia secara gratis dalam program Imunisasi Nasional COVID-19. Diketahui, Malaysia memberikan lebih dari 250.000 dosis per hari melalui pusat vaksinasi massal klinik dan rumah sakit yang ikut berpartisipasi dan beberapa program lainnya.


BACA JUGA: Ini Harga Vaksin COVID19 yang Dijual Kimia Farma, Lengkap Lokasi Rujukan Nih


Dengan capaian tersebut, Malaysia pun berniat untuk meningkatkan vaksinasi mencapai 400.000 dosis per hari pada bulan Agustus dengan varian vaksin, Pfizer, Sinovac dan AstraZeneca. Sejauh ini, Malaysia juga sudah mendapatkan lebih dari 79 juta dosis untuk memvaksinasi masyarakatnya.



Singapura


Singapura juga termasuk dalam daftar negara yang legalkan vaksin berbayar untuk rakyat. 


Sejak minggu lalu, Pemerintahan Singapura sudah membuka layanan vaksinasi COVID-19 dengan vaksin Sinovac, CoronaVac secara komersial. Pasalnya, otoritas negara Singapura sudah memberikan kewenangan terkait penjualan kepada 24 klinik berizin yang bisa mengedarkan dosis vaksin buatan China tersebut.



 

Meski Singapura sudah memberikan vaksin Pfizer dan Moderna kepada masyarakatnya secara gratis, tapi rupanya vaksin Sinovac juga ramai menjadi buruan warga di sana lho. Sampai-sampai menimbukan antrean panjang yang terjadi di sejumlah klinik, bahkan masyarakat rela masuk daftar tunggu.


Salah satunya di klinik Rophi Klinik Leong Hoe Nam di Mount Elizabeth Novena Specialist Center daftar tunggu sampai melebihi 700 orang.


"Peminatnya sangat besar. Kami merasa seperti (antrean) McDonalds BTS Indonesia," kata pejabat klinik Dr Leong.


Sinovac sendiri masuk ke Singapura melalui peratiran Rute Akses Khusus (SAR) alias vaksinasi mandiri. Membahas soal harga, pemerintah mematok harga per dosis sekitar US$ 10 atau setara Rp107 ribu rupiah hingga $ 25 atau setara dengan Rp 268 ribu rupiah.


Vaksin Sinovac sendiri sudah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai penanggulangan darurat melawan COVID-19.



Indonesia


Negara yang legalkan vaksin berbayar terakhir adalah Indonesia.


Hal ini merupakan kabar baik buat masyarakat Indomesia yang ingin melakukan vaksinasi secara mandiri. Pasalnya, sekarang vaksin bisa dibeli dan dilakukan di Kimia Farma.


Kimia Farma berencana bakal membuka klinik Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu secara resmi pada hari ini, Senin 12 Juli 2021 di delapan gerai Kimia Farma di beberapa kota. Seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, dan Bali.


Hal ini sejalan dengan riset yang dilakukan oleh sejumlah lembaga yang mencatat banyak permintaan dari kelompok masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi secara mendiri yang tak lain untuk mendapat perlindungan kesehatan pribadi.


Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury mengatakan, bahwa langkah ini bisa mempercepat pembentukan kekebalan komunal (herd immunity). Sehingga pemulihan perekonomian nasional bisa berjalan lebih cepat.


"Kimia Farma sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk mempercepat vaksinasi nasional baik melalui Vaksinasi Gotong Royong Perusahaan maupun Individu," kata Pahala saat meninjau pelaksanaan VGR Individu di Klinik Kimia Farma Senen, pada Sabtu 10 Juli 2021.


Untuk diketahui, Vaksinasi Gotong Royong Individu ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 19 Tahun 2021 tentang perubahan atas Permenkes No. 10/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.


Adapun perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk setiap orang menyelesaikan tahapan vaksinasinya adalah sekitar Rp 879.140. Dengan rincian tarif pembelian vaksin ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis dan tarif layanan sebesar Rp 117.910 per dosis.


Dengan begitu membutuhkan dua dosis, harga vaksin sebesar Rp 643.32. Sementara tarif vaksinasi untuk dua kali Rp 253.820 untuk dua kali vaksinasi.


Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. Verdi Budidarmo menjelaskan, bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukan vaksinasi individu, karena pertambahan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia. 


Nah, itu dia daftar negara yang legalkan vaksin berbayar untuk rakyat. Yang mana langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi terbaik penanggulangan pandemi COVID-19.


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30