Kadispora Tangsel Hampir Pukul Wartawan Akibat Kesal Dirinya Diberitakan Tanpa Dikonfirmasi, Ini Videonya

Kadispora Tangsel Hampir Pukul Wartawan Akibat Kesal Dirinya Diberitakan Tanpa Dikonfirmasi, Ini Videonya

Foto
Tangkap Layar Video Kadispora Tangsel Hampir Pukul Wartawan (foto: Instagram/ @net2netnews)

Beredar video memperlihatkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Tanggerang Selatan (Tangsel), E. Wiwi Martawijaya hampir pukul wartawan viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi saat Wiwi dicegat wartawan ketika dirinya keluar dari gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel.

Diamati video unggahan akun Instagram @net2netnews itu, terlihat Wiwi memakai baju dinas sedang berjalan sambil diwawancarai wartawan. Namun dirinya enggan menjawab pertanyaan wartawan. “Males saya banyak yang goreng-goreng,” kata Wiwi, Selasa (22/6/2021).

Baca Juga: Sekelompok Pemuda Bacok Seorang Warga di Bogor Viral, Ini Videonya

Tidak lama setelah itu Wiwi mempertanyakan keberadaan seorang wartawan bernama Yudi. Yudi yang mendengar langsung menjawab. Pada saat itu, Wiwi langsung melayangkan tangannya ke wajah Yudi dan hampir saja Yudi kena pukulan.

"Mana namanya si Yudi babeh. Berita ga konfirmasi. Gua sikat ni sekarang,” ujarnya sambil melayangkan kepalan tangan kanan ke wajah Yudi.

Baca Juga: Lapar, Seekor Gajah Dobrak Rumah Warga Hingga Jebol

Keduanya pun terlihat berdebat soal Wiwi terlibat dalam kasus korupsi dana hibah KONI Tangsel tahun 2019 senilai Rp 7,8 Miliar. Wiwi yang enggan diwawancarai pun terlihat berusaha meninggalkan wartawan.

Yudi akibat tidak terima dirinya diancam, kini dirinya melaporkan Wiwi ke Polisi dengan nomor laporan: LP/B/744/VI/2021/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.

Baca Juga: Kakek Ini Bentak Emak-emak dan Mengaku Sebagai Malaikat Munkar Pencabut Nyawa Viral, ini Videonya

“Saya mengapresiasi sikap Polres Tangsel yang merespon laporan,” kata Yudi Wibowo, Selasa.

Diketahui, Wiwi dipanggil jaksa untuk kebutuhan penyidikan lanjutan atas kasus dugaan korupsi dana hibah APBD 2019 sebesar Rp 7,8 miliar. Kasus itu menjerat tersangka Ketua Umum KONI Tangsel Rita Juwita dan Bendahara Umum Suharyo yang sudah ditahan Kejari Tangsel.