Fakta-fakta Genjatan Senjata Israel-Palestina, Kedua Pihak Mengaku Menang Perang hingga Kembali Bentrok

Fakta-fakta Genjatan Senjata Israel-Palestina, Kedua Pihak Mengaku Menang Perang hingga Kembali Bentrok

Ekel Suranta Sembiring
2021-05-21 20:55:37
Fakta-fakta Genjatan Senjata Israel-Palestina, Kedua Pihak Mengaku Menang Perang hingga Kembali Bentrok
Warga Palestina Rayakan Genjatan Senjata yang telah Berlasung selama 11 dengan Israel (foto: AFP)

Genjatan senjata antara Israel dan Palestina dikabarkan telah mulai pada pagi ini. Kedua belah pihak mengaku menang perang. Namun setelah beberapa jam bentrok kempali terjadi antara Polisi Israel dan warga Palestina.

Hingga kini Correcto.id merangkum beberapa fakta soal genjatan senjata Israel dan Palestina, berikut ulasannya:

1. Pemberlakuan genjatan senjata sejak Jumat dini hari waktu setempat atau pukul 6 pagi tadi.

Setelah 11 hari pertempuran dari kedua pihak yang telah menewaskan lebih dari 240 orang, sebagian besar di Gaza, kini genjatan senjata telah diberlakukan sejak Jumat (21/05) pukul 02.00 dini hari.

Kabinet Israel membenarkan bahwa sudah dikeluarkan keputusan untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hamas.

Hal ini juga dapat dilihat dari penduduk Palestina merayakan gencatan senjata ini dengan tumpah ruah turun ke jalan sambil membunyikan klakson mobil dan mengibarkan bendera Palestina pada Jumat dini hari. 

Sedangkan di Israel, untuk kali pertama dalam beberapa hari terakhir tidak dibunyikan lagi sirene peringatan tembakan roket dari Hamas, pertanda gencatan senjata mulai berlaku.

2. Kedua pihak mengaku menang perang

Setelah berlakunya gencajatan senjata itu, kedua belah pihak yakni Israel dan Hamas yang merupakan militan Palestina mengaku menang perang.

"Ini adalah eforia kemenangan," kata Khalil al-Hayya, seorang pejabat senior Hamas, di depan kerumunan ribuan warga Palestina di Gaza yang merayakan gencata senjata.

Sedangkan Israel dalam pernyataanya mengatakan kampanye udaranya telah membuat pencapaian "yang belum pernah terjadi" di Gaza, wilayah yang diblokade Israel sejak 2007 atau sejak dipimpin Hamas.

"Pimpinan politik menekankan bahwa kenyataan di lapangan lah yang akan menentukan masa depan operasi tersebut," lanjut pemerintah Israel.

3. Genjatan senjata diusulkan Mesir

Genjatan senjata antara Israel dan Palestina ini diusulkan oleh Mesir. Hal ini dikatakan kabinet Israel.

Kabinet Israel mengatakan, gencatan senjata yang diusulkan oleh Mesir itu akan berlaku secara "mutual dan tanpa syarat".

Presiden Mesir mengatakan ia akan mengirim delegasi yang akan memantau penerapan gencatan senjata di lapangan.

Pejabat Hamas, Osama Hamdan, dalam wawancara dengan kantor berita Associated Press mengatakan perundingan gencatan senjata melibatkan Mesir dan Qatar.

4. Hamas mengaku tidak kekurangan rudal

Pejabat Hamas, Osama Hamdan mengatakan, serangan terhadap Israel "bisa berlanjut tak hanya hingga beberapa hari atau pekan ke depan, tapi bisa hingga beberapa bulan mendatang".

5. Hamas mendesak Israel berhenti melakukan kekerasan terhadap penduduk Palestina di Yerusalem

Hamas menyatakan bahwa salah satu persyaratan gencatan senjata itu adalah jaminan keamanan di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Sesaat setelah gencatan senjata itu tercapai, Hamas dan sejumlah milisi di Jalur Gaza pun menyatakan bahwa mereka tetap bersiaga jika sewaktu-waktu Israel kembali meluncurkan serangan.

Mereka juga mendesak Israel berhenti melakukan kekerasan terhadap penduduk Palestina di Yerusalem.

"Memang benar pertempuran berakhir, tapi Netanyahu dan seluruh dunia harus mengetahui bahwa kami masih siaga dan kami akan terus meningkatkan kemampuan untuk melawan," kata anggota Biro Politik Hamas, Ezzat El-Reshiq, seperti dilansir Reuters.

6. Setelah beberapa jam genjatan senjata berlaku, Polisi Israel dan warga Palestina bentrok

Bentrok antara polisi Israel dan warga Palestina kembali pecah di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat (21/5), hanya beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas tercapai.

Juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, mengatakan bahwa bentrokan bermula ketika warga Palestina melempari petugas dengan batu dan memulai "kericuhan".

Sejumlah wartawan AFP melaporkan bahwa saat ini bentrokan sengit antara kepolisian Israel dan warga Palestina masih terjadi di lapangan.

Bentrokan ini terjadi tak lama setelah Israel dan kelompok-kelompok di Jalur Gaza, termasuk Hamas, menyepakati gencatan senjata usai saling serang selama sebelas hari belakangan hingga menewaskan ratusan warga.


Share :