Puluhan pelaku usaha di Solo ikuti pelatihan cara beriklan yang kreatif di era digital. Kegiatan ini digelar bertujuan untuk memberi wawasan kepada para pelaku usaha di Solo cara beriklan yang lebih kreatif.
Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Industri Kreatif Film Televisi dan Animasi Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif di Hotel Paragon Solo diikuti sekitar 34 pelaku usaha.
Acara tersebut bernama Pelatihan Periklanan Kreatif (PART). Acara tersebut digelar selama 3 hari. Dimana selama acara tersebut para pelaku usaha diajarkan cara beriklan untuk menarik masyarakat.
Baca juga: Sosok dan Fakta Lengkap Nabila Javanica yang Diduga Dekat dengan Kaesang Pangarep
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pembicara handal untuk mencerahkan para peserta dalam melakukan usaha di era digital. Di antara pembicara yang hadir Janoe Arijanto, Presiden Direktur Dentsu One sekaligus Ketua Umum P3I.
Janoe dalam kesempatan itu memberikan materi tentang product and brand creation. Ada pula Herry Margono yang menjabat sebagai Direktur Utama Kharisma Advertising sekaligus Sekjen P3I. Herry memberikan materi tentang Teknik Penjualan Efektif mengunakan metode hypno selling.
Pembicara selanjutnya yaitu Wahyu Aji dari GNFI tentang Digital Advertising. Kemudian ada pula Rustono Farady Marta yang memberikan materi tengah Era Digital Indonesia. Serta Joko Purwono yang memberikan pandangan umum tentang UMKM di Solo.
Salah satu peserta yang mengikuti acara tersebut bernama Budi Lestari Sulistyo (41). Dirinya merupakan pedagang ayam ingkung dengan branding "Ayam Mak'e".
Budi mengatakan dirinya sangat mengapresiasi acara itu. menurutnya materi yang diberikan sangat aplikatif dan berbobot.
"Saya dan teman-teman juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif yang telah memfasilitasi pelatihan ini. Materinya berbobot dan aplikatif, pembicaranya kompeten dan berkualitas," katanya saat penutupan acara di Hotel Paragon Solo, Senin (3/4).
Syaifullah Syaifullah,S.E.,M.Ec.,Ph.D, Direktur Industri Kreatif Film Televisi dan Animasi Kementerian Pariwisata memaparkan kepada wartawan bahwa pelatihan digelar untuk membangun mindset, menguatkan jiwa entrepreneur, dan penguatan produksi.
"Yang terpenting dari pelatihan ini tidak hanya melatih para peserta para pelaku usaha bisa beriklan, promosi dan berjualan, tapi bagaimana membangun mindset, menguatkan jiwa entrepreneur, dan penguatan produksi," kata Syaifullah.
Baca juga: Fakta-fakta Ribuan Warga Wuhan Hadiri Konser Musik Tanpa Protokol Kesehatan
Untuk itu, pihaknya menghadirkan pembicara profesional dan mampu membangun semangat serta mentalitas para peserta. Syaifullah juga mengingatkan para pelaku usaha peserta pelatihan untuk meyakini bahwa bisnis yang ditekuni itu adalah yang cocok dan terbaik.
Selain itu yang terpenting menurut Syaifullah dalam berbisnis tidak boleh hanya ikut-ikutan atau merambah bisnis orang lain yang sudah sukses, sebab menurutnya mengikuti bisnis orang lain yang sukses itu belum tentu ikut sukses. Syaifullah juga mengingatkan terkait strategi pemasaran dan penjualan yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu karena perilaku masyarakat.
"Perilaku konsumen juga selalu berubah-ubah. Karena itu, strategi masa silam tak bisa dipertahankan dan terus dipakai. Strategi sekarang juga belum tentu cocok untuk masa yang akan datang," katanya.