Fakta-fakta Abdullah Hehamahua Larang Tepuk Tangan, Budaya Yahudi

Fakta-fakta Abdullah Hehamahua Larang Tepuk Tangan, Budaya Yahudi

Ahmad
2021-04-25 14:40:53
Fakta-fakta Abdullah Hehamahua Larang Tepuk Tangan, Budaya Yahudi
Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi Abdullah Hehamahua melarang kepada kader Partai Masyumi untuk tepuk tangan karena budaya Yahudi. Foto: Twitter

Abdullah Hehamahua yang merupakan seorang Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi secara mengejutkan melarang para kader partainya untuk tepuk tangan yang merupakan sebuah budaya Yahudi.

Tidak hanya itu, Abdullah Hehamahua juga menyebutkan Islam sebagai dasar negara Indonesia sudah diakui oleh Partai Katolik pimpinan Kasimo.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Akan Menikah dengan Gadis 19 Tahun, Ini Sosok Calon Istrinya

Berikut fakta-fakta Abdullah Hehamahua yang melarang kader Partai Masyumi tepuk tangan karena dianggap sebagai sebuah budaya Yahudi.

Tidak Mencerminkan Partai Masyumi

Setelah Abdullah Hehamahua memberikan keterangan soal Islam sebagai dasar negara Indonesia diakui oleh Partai Katolik pimpinan Kasimo, membuat para kader Partai Masyumi yang hadir dalam Rapat Kerja Nasional DPP Partai Masyumi bergemuruh dan bertepuk tangan.   

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi langsung melarang para kader partainya untuk tepuk tangan. Karena dianggap sebagai budaya Yahudi dan tidak mencerminkan Partai Masyumi.

"Ciri Masyumi adalah takbir. Tepuk tangan adalah budaya Yahudi. Saya mohon betul sesudah ini tidak ada lagi dalam acara-acara Masyumi tepuk tangan," ucap Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi Abdullah Hehamahua. 

Larang Buka Rekening di Bank

Tidak hanya melarang untuk para kadernya untuk tidak tepuk tangan, Abdullah Hehamahua juga melarang semua kader Partai Masyumi untuk membuka rekening di bank.

Baca Juga: Nenek 67 Tahun Asal Pekalongan Mendaki 8 Gunung, Alasannya Bikin Haru

Hal ini, kata Abdullah Hehamahua yang rupanya merupakan mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), institusi perbankan merupakan tempat riba.

Akibat dari riba, menyebabkan Indonesia tidak mendatangkan berkah dari Tuhan. 


Share :