Adrian Zakhary Sebut Alumni Kalangan Milenial Aktif Berperan Besarkan IKA UNPAD

Adrian Zakhary Sebut Alumni Kalangan Milenial Aktif Berperan Besarkan IKA UNPAD

Foto
Adrian Zakhary Wakil Ketua UNPAD

Adrian Zakhary menyebut bahwa alumni kalangan milenial UNPAD ikut berperan aktif besarkan IKA UNPAD. Hal tersebut disampaikan Adrian dalam acara Ngobrol Bareng Alumni UNPAD secara daring pada Minggu siang 11 April 2021. 

Adrian menyebutkan bahwa kepengurusan IKA UNPAD saat ini telah mendorong anak-anak muda kalangan milenial UNPAD untuk ikut andil berperan membesarkan almamater.  

"Sebetulnya kalau diri saya sebagai salah satu perwakilan milenial alumni Unpad, saat ini memang dengan adanya pengurusan IKA UNPAD yang baru ini,  saya rasakan anak-anak muda lebih lebih merasa ingin terlibat aktif dengan adanya banyak kegiatan di IKA UNPAD atau pun di UNPAD  pada umumnya," ungkap Adrian Zakhary Wakil Ketua IKA UNPAD. 

Baca juga: Resmikan Pertashop di Pesantren, Erick Thohir Ingin Kuatkan Ekonomi Umat

Dirinya melihat bahwa ada yang perlu dibangun dalam lingkungan IKA UNPAD, yakni kebersamaan dalam membangun satu sama lain. Dirnya menceritakan bahwa hal tersebut nampak telah terjadi di beberapa alumuni kampus lain. 

"Selama ini, selama 2009 mungkin sampai dengan beberapa tahun yang lalu, saya itu merasa ketika saya kumpul dengan alumni-alumni lain, terutama dengan tokoh-tokoh nasional lainnya itu kebanyakan didominasi oleh alumni alumni dari ITB, IPB dan yang lain-lainnya,  mereka itu kayak engage banget. Seperti ada cara sosial, bisnis, lowongan kerja, dll.  Padahal mereka angkatan 90an tapi masih bisa tetap nyatu. Saya juga melihat anak-anak mudanya angkatan 2010 angkatan mudanya tetep guyub gitu bareng-bareng," tutur Adiran. 

Dari hal tersebut, Adrian lantas merefleksi diri bahwa sebagai alumni UNPAD apa yang telah diberikan pada alamater tercinta nampak belum begitu maksimal. Sebab itu menurutnya salah satu wadah agar bisa melakukan hal tersebut adalah dengan bergabung dan berperan aktif di IKA UNPAD.  

"Terus saya bertanya-tanya, setelah sekitar 11 tahun Saya keluar dari UNPAD apa y kontribusi atau pun kegiatan yang sudah saya berikan atau pun yang sudah kami lakukan lakukan diantara alumni. Sepertinya sih belum ada yang maksimal. Sehingga dengan adanya kemarin, Teh Ira mengajak yuk bareng-bareng kita buat ikatan alumni (UNPAD) bisa jadi lebih baik, jadi guyub dan mengangkat nama UNPAD juga. Dari situ, saya sebagai perwakilan dari milenial alumni UNPAD merasa tertarik," tambahnya. 

Adrian melihat bahwa peran senior juga dibutuhkan untuk saling menguatkan dan membangun. Senior memiliki peran penting untuk mengajak para alumni kalangan milenial UNPAD untuk ikut aktif berperan menghidupkan kegiatan IKA UNPAD dan membangun satu sama lain. 

"Artinya memang sosok pemimpin atau senior itu sangat berpengaruh bagi kami anak mudanya ketika yang senior yang mengajak yang mudah kita bareng-bareng untuk melakukan berbagai kegiatan, melakukan berbagai acara, dan aktivitas positif lainnya maka kami yang muda pasti juga akan ikut bantu kita bareng-bareng," pungkasnya.  

Iwan Abdulrachman atau yang akrab disapa Abah Iwan pun setuju dengan pendapat Adrian. Abah Iwan yang merupakan alumni Fakultas Pertanian UNPAD angkatan 65  menerangkan bahwa setiap alumni memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk membangun dan berkembang. 

"Saya tetap memiliki keyakinan yang sama dan bertambah yakin setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Kang Adrian tadi. Secara umum alumni Unpad ini memiliki prestasi yang hebat sebagai individu, punya potensi yang sangat luar biasa karena potensi yang mereka miliki," ucap Abah Iwan.  

Baca juga: Respon Presiden Jokowi Soal Gempa di Jawa Timur, Sebut Aktivitas Alam Dapat Berubah

Menurt Abah Iwan, hal tersebut kadangkala terhambat oleh budaya senior-junior yang sebutulnya telah mendikotomi dan membatasi potensi. Menurutnya tidak ada senior-junior, hal ini hanya sebagai pembagian peran saja. Tidak boleh kultur seperti ini membatasi potensi anak muda untuk berkembang. 

"Kesalahan menurut saya itu kesalahan culture di kita itu (sebagai alumni Unpad). Dari pertemuan kita aja Oh ini senior ini Junior. Dalam pandangan saya dalam 1 institusi, tidak ada itu dikotomi tua muda tu.  Senior junior itu tidak ada, itu hanya pembagian peran sebetulnya. Sikap seperti ini sebtulnya sudah mengurangi potensi anak muda  untuk meledak," tambahnya.  

Abah Iwan lebih menekankan pada kesamaan, dibanding pada perbedaan usia atau angkatan. Menurutnya yang perlu ditekankan adalah bahwa alumuni UNPAD memiliki kesamaan dalam satu hal, yaitu diberi keburuntungan tergabung sebagai warga UNPAD. 

"Kita ini sama semuanya. Sama sebagai orang yang diberi keberuntungan oleh Tuhan untuk menjadi warga Unpad. Itu merupakan sebuah kebanggan bagi saya. Ini dulu yang harus kita tanamkan," tuturnya.