Detik-detik Mencekam Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Bandara Sultan Thaha Jambi

Detik-detik Mencekam Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Bandara Sultan Thaha Jambi

Dedi Sutiadi
2021-03-07 14:41:52
Detik-detik Mencekam Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Bandara Sultan Thaha Jambi
Ilustrasi Pesawat Batik Air lakukan pendaratan darurat

Detik-detik mencekam pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Bandara Sultan Thaha Jambi akhirnya terungkap. Ternyata hal tersebut terpaksa dilakukan karena masalah pada saat penerbangan. 

Pesawat Batik Air rute penerbangan Jambi-Jakarta terpaksa lakukan pendaratan darurat pada Sabtu 6 Maret 2021. Pesawat pada jam 13.28 WIB telah berhasil lepas landas dari Bandara Sultan Thaha Jambi menuju Jakarta. 

Namun setelah berada di udara selama hampir 15 menit pilot memutuskan untuk membatalkan penerbangan menuju Jakarta. Pilot lantas memilih kembali ke Bandara Sultan Thaha Jambi pada jam 13.51 WIB dengan mendarat darurat.

Baca juga: Biografi dan Profil Lengkap Agama Nadya Arifta, Pegawai Swasta Diduga Kencan dengan Kaesang Pangarep

Pendaratan darurat pesawat dengan kode penerbangan ID 16803 tersebut terpaksa dilakukan demi keselamatan para awak pesawat dan para penumpang. Menurut Indra Gunawan selaku Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi pesawat Batik Air tersebut memuat 117 orang. 

Salah seorang penumpang pesawat bernama Arissandro menceritakan detik-detik mencekam pesawat Batik Air yang ditumpanginya mendarat darurat. Dirinya mengaku tidak ada masalah saat penerbangan bahkan dirinya terlelap tidur di kursi penumpang. Namun setelah beberapa menit berada di udara, muncul pengumuman dari pramugari bahwa pesawat akan kembali mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi. 

Baca juga: Profil dan Biodata Lengkap Umur Nadya Arifta, Diduga Kekasih Baru Kaesang Pangarep

Saat itu detik-detik suasana mencekam di dalam pesawat begitu nyata terasa. Dirinya mulai cemas dan takut akan hal buruk yang bisa saja terjadi pada pesawat yang ditumpanginya. 

Dirinya merasa pendaratan tidaklah biasa, terkesan buru-buru dan sangat mencekam. Pendaratan darurat terasa pesawat mengerem secara mendadak, walau akhirnya berhasil dilakukan dengan mulus. 

Dirinya pun bersyukur atas anugerah keselamatan yang masih diberikan kepadanya. Arissandro  tidak bisa membayangkan, andai pilot memutuskan untuk melanjutkan penerbangan ke jakarta mungkin hal lebih buruk bisa terjadi.  


Share :