Fakta-fakta pelacuran online ABG alias anak di bawah umur di Jatim, Jawa Timur akhirnya terungkap. Pelaku merekrut belasan remaja sebagai reseller atau makelar bisnis.
Setelah ditelusuri ternyata bisnis lendir pelacuran online yang melibatkan puluhan remaja ABG di di bawah umur dijajakan lewat facebook dan pesan WhatsApp. Pelaku yang diketahui berinisial OS (38 tahun) menjalankan bisnis haram tersebut dengan kedok bisnis penyewaan kamar kos.
Baca juga: Fakta-fakta Kampung Kosong Majalengka, Ditinggalkan Warga Karena Sesuatu yang Mengerikan
1. Puluhan ABG jadi korban
Puluhan ABG, anak di bawah umur sekitar 36 orang telah jadi korban bisnis pelacuran online yang dijalankan pelaku OS. Puluhan remaja tersebut ternyata didapatkan OS dari belasan ABG lainnya yang berperan sebagai orang yang merekrut korban sekaligus menjadi reseller atau makelar yang menjajakan korban di media sosial.
2. Melibatkan anak di bawah umur sebagai makelar
Dalam menjalankan bisnis pelacuran online yang akhirnya terbongkar Polda Jatim tersebut, mulanya OS merekrut sejumlah ABG, anak di bawah umur sebagai rekan bisnisnya. Tugasnya adalah merekrut wanita-wanita ABG yang masih berusia di bawah umur untuk menjadi pekerja Seks Komersial.
Baca juga: Lindsey Leslie Stuart Bantah Jadi Dugaan Penyebab Rachel Vennya Cerai
Selain itu mereka juga berperan sebagai orang yang menjajakan di kalangan sesamanya lewat jaringan media sosial Facebook dan Whatsapp. Mereka pun akan mendapat komisi dari setiap tugas pekerjaan yang telah dilaksanakan.
3. Tarif kencan Rp 250 ribu
Bisnis pelacuran online dijalankan dengan kedok penyewaan kamar. setiap kamar disewakan dengan harga Rp 50 ribu untuk per jam. Adapun tarif kencan dengan abg di bawah umur dipatok dengan angka Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta rupiah.