Mengenal Nicke Widyawati Masuk Wanita Berpengaruh di Dunia Versi Forbes, Kalahkan Ratu Inggris

Mengenal Nicke Widyawati Masuk Wanita Berpengaruh di Dunia Versi Forbes, Kalahkan Ratu Inggris

Foto
Foto: Instagram/nicke_widyawati

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, masuk jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia 2020 versi Forbes. Nicke sendiri berada di peringkat 25 dan mengalahkan Ratu Elizabeth II dari Inggris. 

Daftar Forbes yang dilihat pada Rabu 9 Desember 2020, peringkat Nicke Widyawati turut melewati kepala negara seperti Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern (32), Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (37), dan Presiden Swiss Simonetta Sommaruga.

Baca Juga: Biografi dan Profil Lengkap Bobby Nasution, Menantu Jokowi yang Maju Pilkada Sumut

"Widwayati adalah CEO dan presiden direktur dari perusahaan minyak dan gas Indonesia, Pertamina. Ia adalah direktur perempuan kedua dari perusahaan," tulis Forbes. 


Tidak hanya membahas wanita paling berpengaruh di dunia, Forbes turut membahas revenue Pertamina yang nyaris US$ 55 miliar, serta net profit US$ 2,5 miliar pada 2019.

Nicke Widyawati dipilih menjadi dirut Pertamina oleh mantan Menteri BUMN Rini Soemarno. Nicke dilantik pada Agustus 2018.

Pada Oktober 2020,  Nicke Widyawati masuk peringkat 16 dalam Daftar 50 Besar Wanita Paling Berpengaruh di Dunia versi majalah Fortune.

Sepak terjang Nicke Widyawati di Pertamina


Nicke ditulis sebagai CEO dan Presiden Direktur Pertamina, BUMN energi di Indonesia, Nicke Widyawati mengawasi perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari USD 54,6 miliar dan sekitar 32.000 karyawan di seluruh dunia.

Nicke diangkat menjadi Direktur Utama Pertamina pada tahun 2018 setelah pendahulunya Elia Massa Manik diberhentikan di tengah upaya restrukturisasi.

Baca Juga: Biografi dan Profil Lengkap Gibran Rakabuming Raka yang Unggul di Pilkada Solo

Nicke lahir di Tasikmalaya pada 25 Desember 1967. Sebelum memimpin Pertamina, Nicke Widyawati menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) merangkap Plt Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur di BUMN minyak dan gas (migas) tersebut.