Mengenal Pahlawan-pahlawan yang Gugur Dalam G30S/PKI

Mengenal Pahlawan-pahlawan yang Gugur Dalam G30S/PKI

Anisa Br Sitepu
2020-09-30 07:00:00
Mengenal Pahlawan-pahlawan yang Gugur Dalam G30S/PKI
Pahlawan Nasional

Peristiwa berdarah yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali diperingati, tepat hari ini pada Rabu, 30 September 2020.

G30S/PKI merupakan sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia pada tanggal 30 September 1965 di Jakarta dan Yogyakarta. 

Kala itu terjadi pemberontakan oleh PKI yang menculik beberapa TNI Angkatan Darat. Mereka dibantai dengan kejam dan dibuang ke tempat yang kini dikenal dengan nama Monumen Lubang Buaya. 

Dengan begitu, banyak pahlawan -pahlawan yang gugur pada saat itu. Berikut beberala pahlawan revolusi yang gugur. 

1. Mayor Jenderal Pandjaitan


Brigadir Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan lahir di Sumatera Utara, 19 Juni 1925.

Ketika sekelompok anggota PKI datang ke rumahnya yang telah membunuh pelayan serta ajudannya, beliau pun menggunakan seragam militer lengkap.  

Namun, setelah beliau menentang pemberontak itu, peluru langsung menghujam tubuhnya dan mayatnya dibawa ke Lubang Buaya.

2. Kapten Pierre Tendean


Kapten CZI Anumerta Pierre Andreas Tendean satu-satunya pahlawan revolusi yang berpangkat jenderal. Pahlawan yang lahir 21 Februari 1939 ini, dikenal dengan sosok yang pemberani. 

3. Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani 


Jendral Anumerta Ahmad Yani dibantai karena menantang keberadaan faham komunis di tanah air. Beliau adalah komandan TNI AD yang lahir pada tahun 19 Juni 1922 di Purworejo.

4. Letnan Jenderal M.T. Haryono 


Letnan Jenderal M.T. Haryono dijemput paksa oleh pasukan  Cakrabirawa pada 30 September 1965 selepas tengah malam dengan dalih dipanggil oleh Soekarno. 

Jenderal yang mengerti 3 bahasa asing ini lahir di Surabaya, 20 Januari 1924.

5. Letnan Siswondo Parman


Menolak bergabung dengan faham komunis, Letnan Siswondo Parman yang juga perwira intelijen yang dekat dengan PKI. 

Pahlawan yang lahir di lahir di Wonosobo, 4 Agustus 1918 ini juga mengetahui kegiatan rahasia mereka ini dibunuh pada persitiwa Gerakan 30 September.

6. Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo


Kala itu, Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo diculik di rumahnya. Penculik mengatakan bahwa ia dipanggil oleh Ir.Soekarno. 

Pahalawan revolusi ini lahir di Kebumen, 23 Agustus 1922 dan dibantai di Lubang Buaya.  

7. Letnan Jenderal Anumerta Suprapto 


Sebelum diculik dan dibantai di lubang buaya, Letnan anumerta Suprapto  pernah meredam beberapa pemberontakan PKI di berbagai wilayah seperti Semarang dan Medan.

Beliau merupakan pahlawan nasional yang lahir di Purwokerto, 20 Juni 1920.


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00