Masjid Kesultanan Bacan sudah melalui satu abad yang dibangun saat Belanda menjalankan usaha ekonomi dan upaya politik di negeri ini. Masjid ini berada Desa Amasing Kota, Bacan, Halmahera Selatan. Bangunannya berada tak jauh dari Keraton Kesultanan Bacan dan jembatan batu Bacan yang ikonik. Masjid ini berada di antara permukiman penduduk.
Di wilayah tersebut terdapat sebuah makam misterius yang batu nisannya 'tumbuh' sendiri. Makam misterius itu terletak berdekatan dengan masjid bersejarah Kesultanan Bacan dan pemakaman khusus keluarga Sultan. Dan warga setempat menyebutnya 'Jere'.
Baca Juga : Pantai Sari Ringgung, Wisata Pantai Indah dengan Masjid Terapung di Lampung
Kemunculan Jere masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Bahkan warga setempat pun hingga kini dibuat penasaran. Tak ada yang tahu pasti kapan Jere ini muncul. Tiba-tiba sudah ada sepasang batu nisan yang muncul seperti tumbuh dari dalam tanah.
Dan ternyata, konon Jere ini pun bisa muncul di berbagai lokasi yang tidak terduga-duga. Menurut informasi, bahkan pernah ada Jere yang muncul di tengah jalan. Tapi tidak diketahui pasti siapa yang dimakamkan di dalamnya.
Baca Juga : Kisah Mistis yang Dialami Penjaga Makam Ratu Galuh Pakuan di Kebun Raya Bogor
Meski masih menjadi misteri, warga setempat meyakini jika Jere adalah makam para aulia atau ulama penyebar agama Islam yang dulu hidup di wilayah Ternate, Maluku Utara.
Untuk Jere yang ada di dekat Masjid Kesultanan Bacan sendiri, batu nisannya berwarna hitam. Dan makamnya sengaja ditambahi keramik sebagai penanda. Lokasi Jere ini hampir menempel dengan dinding masjid. Selain di Pulau Bacan, fenomena Jere bisa dijumpai di beberapa kelurahan lain di Kota Ternate.