Dikabarkan bahwa perusahaan keamanan siber Comparitech telah menemukan 235 juta data pribadi pengguna instagram dan tiktok tersebar ke publik bahkan juga di bobol.
Namun tak hanya itu saja pasalnya hal ini seperti yang sudah-sudah, bahwa data pribadi yang tersebar tersebut merupakan nama dan foto, nomor telepon, alamat email,jenis kelamin, usia serta pekerjaan.
Tak hanya itu saja bahkan di ketahui juga bahwa dari total 235 juta data pribadi yang bocor, manyoritas berasal dari media sosial penguna instagram, tak hanya itu saja bahkan salah satu anak usaha Facebook.
Baca Juga: Terungkap, Begini Cara WhatsApp Web Bisa Video Call dengan 50 Orang
Bahkan tak hanya itu saja rincianya adalah 191 juga data pribadi instagram, 42 juga berasal dari tiktok, dan 4 juta di sumbang oleh youtube, yang meupakan milik Google.
Namun tak hanya itu saja pasalnya peneliti Utama Comparitech, Bob Diachenko, menemukan kebocoran data pribadi secara besar-besaran tersebut pada 1 Agustus lalu.
"Ini jelas sangat dilarang oleh seluruh perusahaan media sosial karena dapat membahayakan privasi pengguna," kata dia, seperti dikutip dari situs Express, Selasa, 25 Agustus 2020.
Bahkan setelah hal ini terjadi Bob lalu menyelidiki siapa yang dalang di balik semua ini. Setelah memeriksa basis data, ia dan timnya menemukan perusahaan bernama Deep Social.
Namun ternyata perusahaan tersebut telah menutup operasinya sejak 2018, karena dilarang Facebook dan Instagram setelah ketahuan mengambil data pribadi pengguna mereka secara diam-diam.
"Ketika tim kami mencoba mengonfirmasi temuan itu kepada Deep Social, mereka lalu mengarahkan ke Social Data, perusahaan serupa yang berbasis di Hong Kong, China. Kami langsung gerak cepat mengecek. Saat ditanya, Social Data membantah memiliki koneksi dengan Deep Social, tapi mengakui melakukan pelanggaran," jelas Bob.
Tak hanya itu saja bahkan di kabarkan juga bahwa Social Data juga mengaku telah mengamankan basis data yang terbuka tersebut dengan kata sandi baru.
"Kalau ada yang bilang data pribadi itu telah diretas dan diambil secara diam-diam. Kami tegaskan bahwa itu salah besar. Semua data-data ini tersedia secara gratis untuk pengguna internet," demikian menurut pengakuan Social Data.
Namun tak hanya itu saja pasalnya jaringan media sosial seperti Instagram, TikTok dan YouTube, yang mempublikasikan sendiri data pribadi penggunanya ke pihak luar melalui akun bisnis dan profil publik.
Bahkan di ketahui bahwa di kesempatan yang berbeda juru boicara Facebook Stephanie Otway juga mengatakan, bahwa mengambil informasi orang dari Instagram jelas merupakan pelanggaran terhadap kebijakan perusahaan.
Tak hanya itu saja bahkan Ia juga mencontohkan bahwa kasus Deep Social yang akhirnya akses mereka ditutup pada Juni 2018.
Baca Juga: Asik! Ini Cara Dapat Kuota Belajar 10 GB Telkomsel, Hanya Rp 10 Ribu
"Kami tegas dalam melindungi privasi pengguna," paparnya.
Namun tak hanya itu saja pasalnya di sisi lain juru bicara TikTok cuma bilang menempatkan prioritas tertinggi pada privasi pengguna.
"Kami melarang pihak ketiga menjalankan skrip otomatis untuk mengumpulkan informasi dari layanan kami, termasuk informasi profil publik. Kami juga tidak segan bertindak tegas sesuai dengan kebijakan perusahaan," ujarnya.
Sumber:Viva,headtopics