Polres Metro Jakarta Utara menangkap penyebar isu yang menarasikan tentara China tengah nge-laundry seragam mereka di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pelakunya bernama Ace (35) ditangkap polisi di kediamannya di wilayah Jakarta Timur.
"Kami lakukan pelacakan kemudian akhirnya menemukan tersangka dan kami lakukan penangkapan atas laporan ataupun dugaan menyebarluaskan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian maupun permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu 29 Juli 2020.
Baca Juga: Fakta-fakta Seragam Tentara China di Laundry Kelapa Gading, Polisi: Itu Tulisan Korea
"Ada 42 tempat laundry dan semuanya sudah kami lakukan pengecekan, baik dari Polres maupun dari Polsek Kelapa, termasuk juga dibantu dengan teman-teman dari TNI dari Kodim 0702," katanya.
Lebih jauh, Budi menjelaskan polisi mencoba berkoordinasi dan berkomunikasi dengan ahli bahasa untuk melihat tulisan dalam baju tersebut merupakan tulisan dengan bahasa apa. Menurutnya, setelah dilakukan pengecekan tulisan dalam baju tersebut bukan menggunakan bahasa China.
"Kami crosscheck sebenarnya tulisan ini apakah huruf Cina ataukah huruf yang lainnya, sehingga pada saat itu kami mencoba bertanya ke beberapa ahli bahasa dan akhirnya pada kesimpulan ahli bahasa yaitu dari bahasa Korea Selatan," katanya.
Dia menyebut hasil dari penyelidikan yang dilakukan jajaran Reskrim Polres Jakut menyimpulkan bahwa ternyata informasi yang beredar tersebut tidak benar. Atas beredarnya informasi hoax yang disebarkan oleh pelaku, polisi menjerat Ace dengan Pasal 45 huruf a ayat 2 juncto Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.
Sebelumnya, sempat beredar video di internet yang menyebut seragam tentara China dicuci di tempat laundry Kelapa Gading.
Tidak lama setelah video tersebut viral, pihak kepolisian turun tangan. Dari hasil penelusuran, ternyata tak ada tempat laundry tersebut.
Selain itu, yang beredar bukan seragam tentara China, melainkan Korea Selatan.
Dalam video klarifikasi yang diunggah di akun Instagram resmi Polres Jakarta Utara, Minggu 26 Juli 2020, terlihat seorang pria menggunakan baju berwarna biru bermotif putih sedang berkoordinasi dengan perempuan yang memakai baju hitam dan bermasker yang disebutnya Mrs Kim.
Baca Juga: Heboh Polisi Ancam Tembak Guru di Garut, Ini Kata Polres Garut
Dalam video tersebut, seorang wanita yang merupakan ahli bahasa, memastikan tulisan yang tertera di seragam tentara yang disebut dari China itu adalah tulisan aksara Korea, yakni hangul. Dia menyebut seragam tentara ini dari Korea, bukan China.
Sumber: Detik