Fakta Seputar Bipolar, yang Dialami Kanye West

Fakta Seputar Bipolar, yang Dialami Kanye West

Yuli Nopiyanti
2020-07-23 14:45:00
Fakta Seputar Bipolar, yang Dialami Kanye West
Rapper dan produser rekaman Kanye West (Foto: Dok.Istimewa)

Siapa sih yang gak kenal dengan  Rapper dan produser rekaman Kanye West pasalnya kini ia sedang menjadi sorotan karena unggahannya di Twitter, mulai dari soal aborsi sampai keinginan menceraikan istrinya Kim Kardashian.

Bahkan sang istri Kardashian juga lalu segera menjelaskan lewat Instagram bahwa tindakan suaminya itu karena gangguan bipolar yang diidapnya.

Tak hanya itu saja bahkan Kardashian membahas gangguan bipolar Kanye, serta meminta orang-orang agar berbelas kasih dan empati.

"Siapa pun yang mengalami hal ini atau orang terkasih dalam hidupnya yang mengidapnya, tahu betapa rumit dan menyakitkan hal ini untuk dimengerti," kata Kardashian.

Baca Juga: Kanye West Menderita Bipolar Hal Ini Diungkap Kim Kardashian

Diketahui juga bahwa West juga telah menuai kritik dan juga keprihatinan dari masyarakat umum serta selebritas, termasuk penyanyi Halsey yang juga telah didiagnosis menderita gangguan bipolar.

Namun tak hanya itu saja bahkan menurut Kardashian, masih ada kekurangan pemahaman di masyarakat mengenai definisi gangguan bipolar yang sebenarnya. Berikut Fakta Mengenai ganguan Bipolar.

1. Definisi gangguan bipolar

Pasalnya Harvard Medical School melaporkan, sebanyak 4,4 persen dari seluruh orang dewasa secara global mengalami gangguan bipolar dalam hidup mereka.

Tak hanya itu saja bahkan gangguan bipolar memiliki ciri utama perubahan suasana hati yang ekstrem antara emosi tertinggi (dikenal sebagai mania atau hipomania) dan emosi terendah, seperti depresi.

"Karena gangguan bipolar biasanya didiagnosis selama masa remaja atau selama awal usia 20-an, gejalanya bisa sulit dilihat dan sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain," kata Dr. Lawrence Weinstein, Chief Medical Officer di American Addiction Centers kepada Insider.

2. Empat sub kategori dari gangguan bipolar

Gangguan bipolar adalah istilah umum untuk empat sub kategori, yaitu bipolar 1, bipolar 2, gangguan siklotimik, serta "gangguan bipolar yang ditentukan dan tidak ditentukan," menurut Weinstein.

Bipolar 1 ditandai oleh depresi dan mania atau kondisi di mana seseorang merasa lebih energik dari biasanya. Mereka juga bisa gelisah, impulsif, ceroboh, dan mengalami kebahagiaan yang luar biasa.

"Banyak yang percaya mania adalah pengalaman positif atau menyenangkan, bahwa individu bisa sangat produktif dan memiliki banyak energi," kata Weinstein.

"Beberapa orang mengalami episode manik menunjukkan gejala psikotik dan dapat bertindak dalam cara yang mengkhawatirkan serta tidak biasa. Episode manic sering disertai perasaan di luar kendali."

Namun tak hanya itu saja pasalnya, orang dengan gangguan bipolar 2 memiliki episode hipomania. Ditandai oleh perubahan perilaku seperti sedikit lebih bahagia dari biasanya dan sedikit lebih ceroboh, tetapi perubahan itu tidak terlihat secara drastis.

Baca Juga: Amber Heard: Johnny Deep Pukul dan Lempar Ponsel ke Kepalanya saat Ulang Tahun

Tak hanya itu saja bahkan gangguan siklotimik tidak terlalu parah dibandingkan bipolar 1 dan bipolar 2, tapi memiliki gejala yang sama seperti emosi yang naik dan turun, kata Weinstein.

3. Pengobatan

Tak hanya itu saja bahkan gangguan bipolar dapat diobati lewat beberapa cara, karena tidak ada pilihan pengobatan yang cocok bagi setiap orang.

Gangguan bipolar bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan unsur kimia di otak, sehingga obat anti-psikotik dan anti-depresan biasanya diresepkan.

National Alliance on Mental Illness menyebut terapi sebagai pengobatan umum lain untuk membantu seseorang dengan gangguan bipolar mengembangkan strategi coping (proses menangani masalah) dan mendeteksi pola suasana hati mereka.


Sumber:Cnnindonesia,kompas


Share :