Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, kehadiran kabinet yang profesional dibutuhkan di tengah situasi krisis pandemi saat ini.
Dia menyarankan, sebaiknya para menteri hasil reshuffle merupakan kalangan ahli bukan dari politisi.
"Bukan berasal dari kalangan politik. Kan masih banyak birokrat handal atau akademisi yang punya integritas menduduki pos tim ekonomi. Jangan sampai reshuffle tapi hasilnya sama saja," ungkapnya dilansir Liputan6.com, Minggu 5 Juli 2020.
Baca Juga: Ini Nama 10 Menteri Teratas yang Disebut akan Kena Reshuffle Versi Survei IPO
Menurut dia, reshuffle mungkin saja dibutuhkan lantaran adanya desakan untuk perbaikan realisasi stimulus agar cepat dirasakan oleh para pelaku usaha.
"Ini yang harus dijawab dengan reshuffle kabinet," ujar Bhima.
Sayangnya, dia menolak untuk memberikan nama siapa saja profesional yang laik diangkat menjadi menteri.
Kemudian, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyatakan, seharusnya yang ditunjuk jadi menteri merupakan sosok yang punya kompetensi.
"Bukan sekedar balas budi, bukan juga untuk kepentingan menjaga keseimbangan politik. Pak presiden harus membuktikan bahwa dia sudah tidak ada beban," tuturnya.
"Penyusunan kabinet akan menentukan apakah Pak Jokowi akan dicatat sebagai presiden yang sukses atau gagal. Semoga Pak Jokowi menyadari ini," imbuh Piter.
Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyoroti isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Ancaman reshuffle itu keluar langsung dari mulut Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat sidang kabinet paripurna.
Pangi menyebut, setidaknya ada tiga menteri yang diyakini akan selamat dari ancaman reshuffle karena dinilai memiliki kinerja baik. Ketiganya yakni Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Baca Juga: Pro Kontra Lahan Reklamasi akan Anies Bangun Museum Nabi
Menurut Pangi, saat ini Jokowi membutuhkan menteri yang bisa membuat gebrakan. Sementara tiga nama tersebut adalah menteri yang berkinerja baik, bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat, dan bukan sekadar populer.
Tiga nama menteri, seperti Prabowo, Basuki, dan Erick adalah menteri yang diyakini akan dipertahankan Presiden Jokowi.