Hari Minggu ketiga di bulan Juni diperingati sebagai Father’s Day yang populer di Indonesia dengan sebutan Hari Ayah Internasional, karena diperingati di banyak negara setiap tahunnya.
Tahun ini, Hari Ayah Sedunia atau Hari Ayah Internasional jatuh pada Minggu, 21 Juni 2020 yang bisa kamu jadikan kesempatan baik untuk menunjukkan betapa besar rasa kasih dan terima kasih yang kamu miliki terhadap sang ayah.
Baca Juga: Ini Pesan Iwan Fals di Hari Ulang Tahun Jokowi ke-59
Begitu banyak hal telah diajarkan sekaligus diberikan ayah kepada kita, terutama saat kita dilanda oleh pandemi Covid-19 yang mengharuskan setiap orang untuk tetap tinggal di rumah.
Tidak jarang kita melihat seorang ayah sedang berbelanja di supermarket dengan melakukan video call dengan sang istri yang membantunya mencari barang yang diperlukan.
Semua itu dilakukan demi sang istri bisa tetap menemani anak, demi sang keluarga tetap sehat dan selamat di rumah.
Apakah pernah terlintas dalam pikiran kamu bahwa di masa pandemi ini, sama seperti kita, sang ayah juga bisa saja dilanda rasa bosan dan jenuh karena adanya physical distancing dan Work from Home?
Nah, di Hari Ayah Sedunia yang dirayakan pada hari ini, Minggu 21 Juni 2020, mari kita manfaatkan untuk menunjukkan arti seorang ayah dalam hidup kita.
Di Indonesia, hari ayah juga dirayakan meskipun tidak semeriah hari-hari besar agama.
Dideklarasikan 2006 di Solo pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kini Indonesia merayakan Hari Ayah Nasional pada 12 November setiap tahunnya.
Diakui memang, peran ayah bagi setiap anak sangatlah penting khususnya pada saat anak tumbuh kembang. Hal ini diakui Nino, personel RAN yang bercita-cita akan menjadi sosok ayah seperti ayahnya bila kelak memiliki anak.
"Ayah saya sosok paling santai sedunia, dia tidak pernah melarang saya untuk menjadi apapun untuk melakukan apapun. Justru karena sikap ayah saya yang seperti itulah makanya saya jarang melanggar peraturan. Ayah saya menuntut, intinya apapun yang saya lakukan efeknya buat diri sendiri," ungkap Nino.
Jadi ketika ia melakukan hal yang salah atau bodoh, maka yang akan merasakan rugi dirinya sendiri.
"Mungkin efeknya ke orang lain juga ada, tapi yang paling berasa adalah diri sendiri. Jadi, figur ayah saya yang seperti itulah yang insyaallah, akan saya bawa ketika saya harus menjadi ayah di kemudian hari," harapnya.
Tak hanya Nino, personel RAN lainnya, Rayi juga punya pendapat, apalagi kini sudah menjadi seorang ayah.
"Di hari ayah aku berharap semoga ke depan ayah-ayah di seluruh Indonesia, mungkin bisa lebih mensupport peran ibu juga, karena di era zaman sekarang udah nggak zamannya, perempuan itu harus di rumah dan laki-laki harus bekerja," ungkap Rayi panjang lebar.
Menurut Nicholas Saputra sosok ayah dinilainya terlalu personal. Pemain Film Ada Apa dengan Cinta ini bahkan sempat terbata-bata dan raut wajahnya pun berubah saat menjawab pertanyaan wartawan ketika disodorkan pertanyaan tersebut.
"Ya penting pastinya (peran ayah untuk anak), sosok ayah ini secara umum, mungkin besarnya di Indonesia perannya. Saya melihatnya hmmm .... Ini personal banget menurut saya, karena ayah saya udah nggak ada, mungkin sesuatu yang ini kita ngomongnya entar aja," jawab Nicholas Saputra.
Bisa dipahami mengapa Nicholas Saputra tampak kesulitan berkata-kata saat diminta pendapatnya soal peran ayah, mengingat ayahnya, Nicholas Horst Schbring, telah tiada pada 2007. Ketika itu Nicholas Saputra berusia 23 tahun.
Baca Juga: Di Usia 88 Tahun, Pemeran Bilbo Baggins, Sir Ian Holm Meninggal Dunia
Meski tak banyak bicara soal mendiang ayahnya, dari raut wajahnya tergambar jelas bahwa sosok ayah bagi Nicholas Saputra begitu berarti.
Lantas, apa kenangan manis Nino dengan ayahnya? "Kata-kata yang paling tak terlupakan dari ayah, dia nggak peduli nilai saya berapa dari zaman sekolah, bagi ayah yang terpenting adalah berbuat baik," kenang Nino.