Benarkah Trombosis Jadi Penyebab Kematian Pada Pasien Positif Covid 19? Cek Disini

Benarkah Trombosis Jadi Penyebab Kematian Pada Pasien Positif Covid 19? Cek Disini

Ahmad
2020-06-17 16:13:15
Benarkah Trombosis Jadi Penyebab Kematian Pada Pasien Positif Covid 19? Cek Disini
Foto: Shutterstock

Pandemi Corona (COVID-19) yang terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia, membawa banyak ketidakpastian dalam hal informasi mengenai apa penyebab dari penyakit. 

Banyak berita disinformasi (hoax) yang dibagikan kepada masyarakat melalui media-media sosial yang membuat berita kebohongan tersebut menjadi viral.

Salah satu berita viral mengenai COVID-19 baru-baru ini adalah sebuah pesan berantai yang menyebutkan bahwa di Italia telah ditemukannya obat untuk virus Corona. Dalam narasi "Italia mengalahkan COVID-19" pada pesan berantai tersebut, dijelaskan bahwa hal utama yang menjadi penyebab kematian pasien Corona adalah penggumpalan darah atau biasa dikenal dengan istilah Trombosis.

Baca Juga: Update Corona di RI: 41.431 Positif, 16.243 Sembuh, 2.276 Meninggal


Namun hal tersebut terbukti hanya hoax semata. Dilansir dari situs resmi COVID-19 nasional covid19.go.id, ada beberapa poin yang tidak benar di dalam narasi pesan berantai tersebut. 

Seperti penyebab kematian utama COVID-19 adalah Trombosis, kemudian klaim penyembuhan dengan obat antibiotik, serta penyakit langka koagulasi intravascular diseminata (DIC) yang dihubung-hubungkan dengan COVID-19.

Dilansir dari jurnal penelitian thelancet.com, Rabu 17 Juni 2020, penyebab utama kematian oleh virus Corona (COVID-19) adalah akibat dari kegagalan pernafasan. Virus Corona secara perlahan membuat komplikasi pada organ yang terdampak, sehingga bisa menyebabkan shock hingga kegagalan fungsi dari organ tersebut.

Kemudian, terkait dengan Trombosis, penyakit tersebut bukanlah penyebab utama kematian di COVID-19. 

Namun merupakan penyakit komplikasi yang bisa mengancam pasien COVID-19 yang berada dalam kondisi kritis. Rata-rata hal tersebut terjadi karena pasien berada di kondisi imobilitas (tidak dapat bergerak) akibat dari perawatan intensif dari COVID-19 sehingga menimbulkan penggumpalan darah.

Hingga saat ini belum ada bukti yang signifikan bawa setiap pasien COVID-19 mengalami penggumpalan darah (hanya pasien kritis yang mungkin dapat terjadi penggumpalan). 

Baca Juga: Lebih Banyak dari Korban Perang Dunia I, Korban Covid19 di Amerika Terus Naik

Namun untuk mencegah Trombosis atau penggumpalan darah sejak dini, Anda bisa mengkonsumsi obat yang mengandung Aspirin (acetylsalicylic acid). Pastikan juga untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi Aspirin.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00