Hooq, yang merupakan layanan streaming sudah tutup dan Iflix kini mengalami kesulitan cukup besar.
Sebelumnya, Hooq yang berbasis di Singapura telah menutup layananannya secara permanen pada 30 April.
"Hari ini, kami pamit. #TerimaKasihIndonesia," sebut Hooq dalam ucapan perpisahan di Twitter pada 29 April 2020 silam.
Hooq yang didirikan pada tahun 2015 ini mengakui tidak mampu bersaing di tengah ketatnya layanan streaming, meski mereka punya sekitar 80 juta pengguna. Padahal mereka didukung nama besar seperti Singtel dan Sony Pictures.
Baca Juga: Sejak 1996, Seri Game Reisdent Evil Terjual Lebih dari 100 Juta
Kini giliran Iflix mengalami nasib kurang mengenakkan. Sebab, layanan streaming yang berkantor pusat di Malaysia ini kabarnya mulai goyah dari sisi keuangan dan terancam tidak dapat membayar utang. Situasi tersebut semakin diperparah oleh mundurnya kedua pendirinya.
Dikutip dari Nikkei, Senin 15 Juni 2020, salah satu sumber internal Iflix menyebut perusahaan siap dijual.
Patrick Grove, yang merupakan Chairman Iflix hingga 2019, mengundurkan diri pada 9 April silam. Luke Elliott, salah satu pendiri iflix, juga mengundurkan diri dari dewan perusahaan pada hari yang sama.
PHK juga telah dilakukan demi efisiensi dan upaya untuk bertahan di tengah situasi ketidakpastian di tengah pandemi Corona. "Industri ini tidak kebal terhadap keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," sebut Iflix.
Iflix sama dengan Hooq yang menjadikannya cukup populer di kawasan Asia Tenggara. Tercatat pada April 2020, pengguna aktif Iflix sudah berada di kisaran 25 juta.
Baca Juga: Sempat Disepelekan, Kini TikTok Kalahkan YouTube, Raih Pendapatan 1.3 Triliun
Industri streaming membutuhkan banyak biaya, misalnya demi kekayaan konten mereka harus membuat produk sendiri. Terlebih lagi, yang mereka hadapi adalah raksasa, siapa lagi kalau bukan Netflix yang masih jauh di atas soal jumlah pengguna ataupun pendanaan.
Walaupun demikian, Iflix masih mencoba optimistis. "Kami tetap fokus mendorong bisnis agar impas di 2021 dan langkah-langkah tersebut adalah bagian dalam memastikan kami berada di jalur itu dan bisa menghadapi tantangan saat ini," cetus Iflix.