Jumlah kasus pasien positif corona di Jawa Timur (Jatim) Hingga Kamis, 21 Mei 2020, tercatat 2.998 orang dinyatakan positif virus corona. Lonjakan kenaikan ini menempatkan Jatim ke urutan kedua di bawah Jakarta dalam kenaikan kasus corona.
Juru Bicara dalam Pencepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan akibat jumlah warga di Jatim yang terinfeksi terus bertambah, jumlah warga di Indonesia yag positif semakin banyak.
"Peningkatan ini luar biasa dan inilah yang tertinggi. Peningkatan tertinggi ini terjadi di Jawa Timur khususnya. Jadi totalnya (seluruh Indonesia) jadi 20.162 orang (positif)," kata Yurianto.
Ketua Rumpun Kuratif Gugus COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, mengaku sempat dihubungi Terawan karena jumlah warga di Jatim yang terinfeksi virus corona dan meninggal terus melonjak.
"Jadi angka kematian kita naik, kesembuhannya menurun. Dua hari yang lalu, Pak Menteri mengontak kenapa di Jatim terjadi seperti itu," kata Joni.
Kepala Satpol PP Jawa Timur, Budi Santosa, menjelaskan penyebab lonjakan kasus corona ini karena banyaknya warga yang tidak disiplin dalam menerapkan protokol COVID-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, hingga rajin mencuci tangan menggunakan sabun.
"Ditemui di jalan dia nongkrong di warung yang sebenarnya sudah tutup akhirnya dia nongkrong seenaknya, kita minta KTP-nya," jelasnya.