Terkait Herd Immunity, JK: Jangan Coba-coba, Korban Pasti Banyak

Terkait Herd Immunity, JK: Jangan Coba-coba, Korban Pasti Banyak

Ahmad
2020-05-20 15:09:27
Terkait Herd Immunity, JK: Jangan Coba-coba, Korban Pasti Banyak
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla. Foto: Istimewa

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla mengingatkan pemerintah agar tidak menempuh cara herd immunity (kekebalan kelompok) dalam rangka menanggulangi pandemi virus corona (Covid-19). Karena akan menimbulkan banyak korban di Indonesia.

"Boleh saja tapi korbannya banyak. Jadi jangan coba coba yang begini, korbannya banyak pasti," katanya melalui video conference, Selasa 19 Mei 2020.

Herd immunity merupakan bentuk perlindungan tidak langsung dari penyakit menular. Namun kondisi ini baru akan terjadi ketika sebagian besar populasi kebal terhadap infeksi, sehingga mampu menciptakan perlindungan bagi individu yang tidak kebal.

Kebal terhadap infeksi, dalam hal ini, bisa didapat melalui pernah terpapar infeksi atau vaksinasi. Karena hingga kini vaksin untuk virus corona belum ditemukan, maka herd immunity bisa terjadi ketika banyak orang kebal terhadap virus karena sudah terpapar atau terinfeksi.

Dikutip dari MIT Technology Review, Rabu 30 Mei 2020, herd immunity pada virus corona bisa terbentuk ketika sudah cukup banyak orang yang terinfeksi SARS-CoV-2. Artinya, virus terus dibiarkan menyebar sehingga banyak orang terinfeksi dan jika bertahan hidup akan kebal.

Di sisi lain, menurut JK herd immunity bisa menimbulkan banyak korban karena tidak ada kepastian seseorang akan kebal dari virus corona. Skenario terburuk yang mungkin akan dihadapi justru kematian.

"Belum pasti lagi imun (kebal) bisa saja mati, virus ini kan ganas," ujarnya.

JK berkata korban jiwa adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan nilainya. "Kerugian materi bisa diganti tapi ini kan tidak bisa," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat menyinggung terkait dengan persiapan kehidupan new normal selama masa pandemi Covid-19.

Sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan pedoman bagi negara-negara soal penerapan the new normal.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00