Simak Yuk! Benarkah Kopi Hijau Bisa Turunkan Berat Badan dan Cegah Penyakit?

Simak Yuk! Benarkah Kopi Hijau Bisa Turunkan Berat Badan dan Cegah Penyakit?

Yuli Nopiyanti
2020-05-17 16:30:00
Simak Yuk! Benarkah Kopi Hijau Bisa Turunkan Berat Badan dan Cegah Penyakit?
Ilustrasi Biji Kopi Hijau (Foto:Dok.Istimewa)

Siapa sih yang tidak kenal dengan kopi bahkan sejak dipromosikan oleh Dr. Oz, dokter Amerika yang sangat terkenal berkat acara televisinya, ekstrak kopi hijau mulai digunakan oleh banyak orang. Terutama sebagai suplemen untuk menurunkan berat badan.

Bahkan tak hanya itu saja pasalnya selain itu, kopi hijau juga dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan. Mulai dari membantu mencegah diabetes, menurunkan hipertensi, serta mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Bagaimanakah fakta-fakta sebenarnya tentang manfaat kopi hijau tersebut?

Kopi hijau vs kopi biasa

Kopi hijau sebenarnya adalah biji kopi yang belum dipanggang. Ketika dipanggang, warnanya akan menjadi coklat seperti biji kopi yang biasa kita minum.

Bahkan tak hanya itu saja pasalnya biji kopi mengandung antioksidan, kafein, dan asam klorogenat. Kandungan terakhir ini adalah zat yang dipercaya bisa membantu dalam penurunan berat badan dan mengatasi penyakit. Sayangnya, sebagian besar asam klorogenat hilang saat biji kopi dipanggang.

Minum kopi biasa yang mengandung kafein, dapat meningkatkan metabolisme tubuh antara 3-11%.

Tak hanya itu saja bahkan, konsumsi kopi hijau dipercaya akan menambah manfaat ini karena asam klorogenat dapat mengurangi penyerapan karbohidrat di saluran pencernaan. Berkat itu, kopi hijau lebih cepat mengurangi berat badan sekaligus menurunkan kadar gula darah.

Kopi hijau sebagai suplemen diet

Tak hanya itu saja bahkan penelitian mengenai efek kopi hijau terhadap manusia sudah beberapa kali  dilakukan. Salah satunya, studi selama 12 minggu yang diikuti oleh 30 partisipan dengan berat badan berlebih.

Partisipan dibagi menjadi dua kelompok. Semuanya tidak diminta untuk mengubah gaya hidup, baik pola makan maupun aktivitas fisiknya.

Hanya saja, satu kelompok diminta minum kopi instan biasa. Sementara kelompok lainnya mengonsumsi kopi instan yang sama, namun ditambah ekstrak kopi hijau.

Bahkan tak hanya itu saja dalam jangka waktu 12 minggu, kelompok yang hanya minum kopi instan biasa rata-rata mengalami penurunan bobot sebanyak 1,7 kg.

Bahkan tak hanya itu saja beberapa riset lain juga menyimpulkan adanya penurunan berat badan signifikan pada orang-orang yang mengonsumsi ekstrak kopi hijau. Meski demikian, perlu dicatat bahwa semua riset ini didanai oleh perusahaan yang berbisnis kopi hijau.

Kopi hijau mencegah diabetes

Sebuah penelitian di Australia menemukan bahwa mengonsumsi 3-4 cangkir kopi tanpa kafein yang memiliki kandungan asam klorogenat setiap hari, bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebanyak 30%.

Manfaat tersebut muncul karena asam klorogenat merupakan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Zat antioksidan akan melawan radikal bebas yang merusak sel tubuh sekaligus membantu regulasi gula darah.

Berdasarkan riset tersebut, diasumsikan bahwa kopi hijau yang mengandung lebih banyak asam klorogenat akan memiliki manfaat lebih besar dalam menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Kopi hijau membantu menurunkan tekanan darah

Suatu penelitian di Jepang membuktikan bahwa konsumsi kopi hijau mampu menurunkan tekanan darah. Riset yang dilakukan selama 12 minggu ini meminta para partisipan untuk mengonsumsi ekstrak kopi hijau sebanyak 140 mg tiap hari.

Bahkan tak hanya itu saja hasilnya, pada orang dewasa dengan hipertensi ringan, tekanan sistolik mereka turun sampai 5mmHg dan tekanan diastolik turun hingga 3mmHg.

Namun penelitian ini juga memberi peringatan bahwa manfaat tersebut belum tentu didapatkan oleh semua penderita tekanan darah tinggi.

Kopi hijau mengurangi gejala alzheimer

Asam klorogenat memiliki efek stimulasi otak yang lebih ringan dibanding kafein. Dengan demikian, zat ini dianggap bisa meningkatkan mood dengan efek samping yang lebih ringan dibanding kafein, yang berupa kegelisahan dan iritabiltas.

Bahkan tak hanay itu saja pasalnya perlu diingat bahwa penelitian tentang manfaat kopi hijau untuk stimulasi otak tersebut baru dilakukan terhadap hewan. Ekstrak kopi hijau mampu mempertahankan metabolisme otak yang normal pada tikus-tikus. Hal ini termasuk penting karena penurunan metabolisme otak menjadi salah satu indikator adanya risiko Alzheimer.

Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik agar penggunaan kopi hijau menjadi lebih aman dan sesuai dengan kondisi masing-masing. Semoga bermanfaat!


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30


Hasil Riset Puspenpol Sebut FYP TikTok Jadi Game Changer Politik Indonesia

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 14, 2024 13:02:26


Foto: GBK Jadi Lautan Biru di Kampanye Prabowo-Gibran

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 10, 2024 20:14:24