Harga Cabe Rawit Justru Anjlok, Bahan Stok Berlebih Hingga 27 Ribu Ton

Harga Cabe Rawit Justru Anjlok, Bahan Stok Berlebih Hingga 27 Ribu Ton

Yuli Nopiyanti
2020-05-14 11:13:38
Harga Cabe Rawit Justru Anjlok, Bahan Stok Berlebih Hingga 27 Ribu Ton
Ilustrasi Cabai Rawit (FotoDok.Istimewa)

Dibulan ramadan dan menjelang hari raya idul fitri, dan bahkan berdasarkan data Early Warning System (EWS), Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat produksi cabai rawit pada Mei 2020 mengalami over supply atau kelebihan pasokan hingga 27.130 ton.

Bahkan tak hanya itu saja pasalnya surplus itu menyebabkan jatuhnya harga komoditas hortikultura itu di tingkat petani.

"Cabai rawit ini surplus lebih dari 27.000 ton, makanya bulan ini harganya jatuh. Namun, stok cabai rawit Mei hingga Juni masih aman secara nasional," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto, pada web seminar di Jakarta, Selasa 12 Mei 2020.

Namun tak hanya itu saja bahkan Prihaso juga mengungkapkan bahwa melimpahnya hasil panen tersebut tidak sebanding dengan permintaan pasar saat ini, akibat kebijakan PSBB di beberapa daerah tujuan pasar. Akibatnya, terjadi kelebihan pasokan yang berdampak pada jatuhnya harga sehingga petani kekurangan modal untuk menanam kembali.

Berdasarkan data EWS yang dimiliki Kementan, produksi cabai rawit pada Mei mencapai 115.458 ton dengan daerah penghasil tertinggi di Jawa Timur sebanyak 44.090 ton. Sementara itu kebutuhan cabai rawit pada bulan ini berkisar 88.327 ton, sehingga dihasilkan surplus 27.130 ton.

Namun tak hanya itu saja bahkan pada Juni 2020 surplus cabai rawit diprediksi menurun sebesar 14.941 ton dengan produksi mencapai 98.536 ton dan kebutuhan 83.595 ton.

Tak hanya itu saja Sudargo, petani cabai di Pati, mengaku panen cabai rawitnya  hanya dihargai Rp 1.500 per kilogram, padahal dalam setengah hari ongkos panen memerlukan biaya Rp 100.000.

"Dalam setengah hari, panen menghasilkan 70 kilogram cabai, sehingga penghasilan petani sekitar Rp 105.000, hanya selisih Rp5.000. Itu pun belum menghitung biaya transportasinya," kata Sudargo.

Berdasarkan data EWS bulan Agustus hingga Oktober mendatang, produksi khususnya untuk aneka cabai diprediksi akan mengalami surplus nasional yang sangat tipis, hanya sekitar 5.000-9.000 ton pada September-Oktober.


Share :