37 Juta Orang RI Diprediksi Jatuh Miskin Imbas Corona, Ini Penjelasannya

37 Juta Orang RI Diprediksi Jatuh Miskin Imbas Corona, Ini Penjelasannya

Ahmad
2020-05-05 12:50:32
37 Juta Orang RI Diprediksi Jatuh Miskin Imbas Corona, Ini Penjelasannya
Foto: Istimewa

Angka kemiskinan di Indonesia diprediksi akan melonjak akibat adanya pandemi virus Corona (COVID-19). Prediksi itu dikemukakan oleh lembaga think-tank independen Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia.

"Anjloknya pertumbuhan ekonomi serta penerapan restriksi sosial dan mobilitas di berbagai wilayah sebagai akibat pandemi COVID-19 tidak hanya berpotensi mengakibatkan hilangnya lapangan kerja dalam jumlah besar, tetapi juga meningkatkan kemiskinan secara masif," ujar ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Susamto dalam keterangannya, Selasa 5 Mei 2020.

Potensi lonjakan jumlah penduduk miskin bisa terjadi karena begitu banyaknya masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat kesejahteraan mendekati batas kemiskinan.

Jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan sendiri selama ini memang cenderung mengalami penurunan dan pada Maret 2019 mencapai 25,1 juta jiwa atau 9,4% dari total penduduk Indonesia.

"Namun, jumlah penduduk rentan miskin dan hampir miskin mencapai 66,7 juta jiwa (25% dari total penduduk Indonesia), atau lebih dari dua setengah kali lipat jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan," tuturnya.

Dengan menyebarnya pandemi dan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), banyak golongan masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan dan bahkan harus kehilangan mata pencahariannya, khususnya yang bekerja di sektor informal.

"Apalagi, jika bantuan sosial yang diberikan pemerintah tidak mencukupi atau datang terlambat, golongan rentan dan hampir miskin akan semakin banyak yang jatuh ke bawah garis kemiskinan," sambungnya.

CORE Indonesia memperkirakan jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan berpotensi bertambah 5,1 juta hingga 12,3 juta orang pada Triwulan II-2020 ini.

Menurutnya, yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah apabila potensi penyebaran wabah dari wilayah perkotaan ke pedesaan tidak dapat dicegah, di antaranya melalui pembatasan mobilitas orang dari kota ke desa, lonjakan jumlah kasus COVID-19 di wilayah pedesaan tak dapat dihindari.

"Dampaknya, potensi pertambahan jumlah penduduk miskin di pedesaan akan lebih besar dibanding prediksi di atas. Artinya, beban pemerintah untuk mengatasi persoalan kemiskinan, baik melalui subsidi, bantuan sosial dan lainnya, menjadi semakin besar," pungkasnya.


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30