Jadi Kepala BNPT, Pengamat Sebut Pengalaman Boy Rafli sangat Mempuni

Jadi Kepala BNPT, Pengamat Sebut Pengalaman Boy Rafli sangat Mempuni

Dedi Sutiadi
2020-05-02 07:00:00
Jadi Kepala BNPT, Pengamat Sebut Pengalaman Boy Rafli sangat Mempuni
Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar. (Foto: Istimewa)

Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar baru saja ditunjuk oleh Kapolri sebagai Kepala  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang baaru. Pengamat menilai pengalaman Boy selama di Polri di bidang hubungan masyarakat akan sangat membatu saat memimpin BNPT.

Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar dinilai pengamat terorisme Khairul Fahmi sangat berpengalaman dalam urusan komunikasi dan hubungan masyarakat. Menurtnya hal ini sangat sangat penting untuk membangun profil yang baik BNPT di masyarakat. Menuertnya BNPT dalam hal komunikasi publik masih beleum begitu baik. 

“Itu saya kira bisa diharapkan menjadi nilai tambah. Selama ini BNPT tidak banyak bersuara, sekalinya bersuara malah jadi polemik,” kata Khairul ketika dihubungi, Jumat, 1 Mei 2020.

Boy resmi mendapatkan penugasan baru menjadi Kepala BNPT menggantikan Komisaris Jenderal Suhardi Alius yang memasuki masa pensiun. Pernyataan Boy kerap dikutip media massa ketika menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya pada 2008. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri.

Walau terkesan banyak berperan di bidang kehumasan, Khairul mengungkapkan Boy punya latar belakang penanggulangan terorisme. Ia menyebut pria kelahiran Padang pada 1965 itu masuk dalam gelombang pertama polisi yang direkrut ke dalam Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.   

Menuert Khairul kolaborasi pengalaman sebagai HUmas dan wawasan tentang antiteror akan sangat membantu Boy memimpin lembaga tersebut. Khairul juga menyarakan agar Boy tidak perlu menawarkan program-program yang muluk, dirinya berharap BNPT dengan dipimpin Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar memeiliki wajah dan pendekatan yang baik dalam penunggulanagan terorisme di Indonesia. 

“Saya harap Boy tidak menawarkan gagasan yang muluk-muluk, tapi juga tidak melulu mengusung pendekatan keras ala Densus 88,” kata Khairul.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00