Lezatnya Bubur Pedas Khas Langkat untuk Berbuka Puasa

Lezatnya Bubur Pedas Khas Langkat untuk Berbuka Puasa

Ahmad
2020-04-30 11:08:13
Lezatnya Bubur Pedas Khas Langkat untuk Berbuka Puasa
Foto: Istimewa

Bagi sebagian warga Kabupaten Langkat, terutama jamaah Masjid Raya Stabat pastilah tidak asing untuk mengonsumsi menu bubur pedas ketika berbuka puasa yang merupakan tradisi berbuka yang sudah dilakukan sejak 20 tahun lalu.

Bahkan, salah seorang petugas masjid Muhammad Azwan mengatakan, memnu bubur pedas ini selalu disediakan oleh phak masjid untuk dibagikan kepada warga yang hendak berbuka.

"Menu bubur pedas ini merupakan bukaan puasa khas melayu di daerah itu. Sebelum berbuka hidangan tersebut sudah disediakan pihak kenaziran untuk dibagikan kepada warga yang berbuka," kata Muhammad Azwan.

Menurut dia, hidangan bubur pedas tersebut diberikan bagi semua orang yang berbuka puasa di Masjid Raya Stabat.

Bubur tersebut dipercaya dapat menyegarkan badan usai berpuasa seharian penuh karena mengandung puluhan macam rempah-rempah yang dijadikan satu setelah diolah menjadi bubur pedas.

Bagi warga yang ingin berbuka dengan bubur pedas dapat singgah di Masjid Raya Stabat yang letaknya berada di jalur lintas Sumatera Medan menuju Aceh.

"Disini warga selalu singgah kalau ingin berbuka puasa, karena menyediakan bubur pedas tadi," katanya.

Muhammad Azwan menambahkan, bubur pedas adalah makanan khas suku melayu Deli yang hanya ada di saat tertentu, seperti bulan Ramadhan, Idul Fitri, atau acara pernikahan, kenduri, dan khitanan.

Di kesempatan yang sama, Haji Ibnu Kasir, pengelola Masjid Raya Stabat menjelaskan, pembuatan bubur pedas itu dilakukan oleh warga setempat yang sudah lama dipesan.

Pembuatannya pun tergolong sangat rumit karena meramu 40 jenis rempah ditambah daun-daun yang mengandung banyak khasiat.

"Rempah-rempah dan daun ini kemudian dicampurkan lagi dengan berbagai jenis sayur-sayuran seperti kentang, wortel, ubi, kacang, termasuk juga beras, lalu diaduk menjadi satu," katanya.

Setelah bubur pedas tadi selesai untuk dihidangkan, dipersiapkan juga makanan lainnya agar rasa bubur pedas itu semakin nikmat yaitu urap atau pun anyang.

"Bubur pedas ini sangat manjur dan dipercaya dapat menyegarkan tubuh, membuat badan menjadi hangat dan mengusir angin yang berada di dalam tubuh kita," katanya.

Tradisi berbuka puasa dengan bubur pedas itu sudah dilakukan di kenaziran masjid tersebut selama 20 tahun.

"Setiap harinya kita sediakan 200 porsi bubur pedas bagi siapa saja yang berbuka puasa di Masjid Raya Stabat ini," katanya.


Share :

HEADLINE  

Howard Smith x Muklay, Saat Kecepatan Bertemu Ekspresi Seni

 by Miftakhul Hasanah

January 29, 2026 22:15:00


Ranbir Sidhu Ubah Logam Jadi Instalasi Raksasa di Museum

 by Miftakhul Hasanah

January 26, 2026 11:16:05


Karya Tersembunyi Leonardo da Vinci Akhirnya Dibuka untuk Publik

 by Miftakhul Hasanah

January 25, 2026 22:15:00


“The Dot”, Instalasi Laser Futuristik dengan 480 Titik Cahaya

 by Miftakhul Hasanah

January 25, 2026 21:35:02