Ditengah Pandemi, Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Banten

Ditengah Pandemi, Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Banten

Yuli Nopiyanti
2020-04-29 14:09:55
Ditengah Pandemi, Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Banten
Ilustrasi Densus 88 Antiteror (Foto:Dok.Istimewa)

Ditengah pandemi virus corona Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap tiga orang terduga teroris dari Kampung Jalumprit, RT 04 RW 01, Desa Waringin Kurung, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten, Senin siang sekitar pukul 11.00 WIB.



"Benar ada kegiatan Densus 88 Antiteror. Kegiatan kita hanya pengamanan saja," Ujar Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono di lokasi kejadian, Senin 27 April 2020.



Tak hanya itu saja bahakn terduga pelaku dikenal warga sebagai orang yang terbuka. Hal ini terlihat dari aktivitas perekonomian keluarga tersebut yang berjualan sayur mayur, ikan hias hingga air minum isi ulang.



Namun tak hanya itu saja bahkan ketiganya masih dalam satu keluarga dan memiliki ikatan darah satu dengan yang lainnya.



"Warga asli sini. Sama anak istrinya. Anaknya banyak. Satu keluarga. Kalau keterangan dari warga sangat berbaur sekali," ujar Kepala Desa Waringin Kurung, Harun di lokasi yang sama.



Tak hanya itu saja bahkan  menurut Camat Waringin Kurung, Nanang Supriatna, tiga orang yang ditangkap itu masih ada sangkut paut dengan pelaku terorisme Imam Samudera, pelaku sejumlah pengeboman di Indonesia, termasuk bom Bali tahun 2002 silam.



"(Yang ditangkap) Masih saudaranya Ustaz H, warga mah sudah mengira. Dia Ustaz H pernah kesangkut sama Imam Samudra. Jadi dalam pengawasan kita, nah ini adik-adiknya," Ujar Nanang Supriatna melalui sambungan telepon.



Namun tak hanya itu saja pasalnya pihak kecamatan mengklaim telah mengawasi keluarga tersebut sejak peristiwa penangkapan Imam Samudera.



Terkait dengan Surabaya

Nanang juga menduga kalau ketiga terduga teroris yang ditangkap masih ada sangkut pautnya dengan penangkapan terorisme di Surabaya. Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap terduga teroris di Surabaya berinisial JHR alias AH, pada Kamis 23 April 2020.



"Jadi dalam pengawasan kita, nah ini adik-adiknya. Katanya ini pendalaman dari Surabaya. Masih saudaranya keluarga Ustaz H," jelasnya.



Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah barang bukti disita oleh tim kepolisian dan Densus 88 Anti Teror, seperti laptop, samurai, anak panah hingga senjata laras panjang.


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30