Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Palembang hingga 16 April 2020 tahun ini sudah ada 340 pasien yang terjangkit. Kendati belum ada yang meninggal, bahaya DBD harus terus diwaspadai.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Ayus Astoni melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Yudhi Setiawan mengatakan selama beberapa tahun terakhir, kasus pasien DBD di Palembang memang mengalami penurunan secara signifikan, namun tetap harus menjadi perhatian.
"Kasus terbanyak terjadi di bulan Februari, satu bulan mencapai 121 positif demam berdarah," katanya, Senin 27 April 2020.
Yudi mengatakan, kawasan tertinggi berada di Kecamatan Sukarami dan terendah penderita DBD ada di Kecamatan Bukit Kecil. Sementara, untuk insiden rate puskesmas atau pemeriksaan pasien keluhan DBD terbanyak berasal dari Kecamatan Ilir Barat I Palembang, dengan data mingguan pasien positif tertinggi di bulan Februari minggu kedua.
"Dari awal Februari pasien DBD cukup tinggi, di minggu pertama ada 30 positif, minggu kedua tambah 37 orang, minggu ketiga turun jadi 33 pasien dan akhir Februari kembali turun hanya ada 19 yang positif DBD," katanya.
Yudhi menuturkan, sejauh ini jumlah positif DBD banyak diderita oleh pasien perempuan dengan persentase tidak terlalu jauh sekitar 60:40 persen.
Sedangkan, untuk kasus usia pasien DBD, paling banyak terjangkit usia 5 tahun sampai 4 tahun.