Indonesia Siapkan Terapi Plasma Darah, Tiru Cara Iran Obati Pasien Corona

Indonesia Siapkan Terapi Plasma Darah, Tiru Cara Iran Obati Pasien Corona

Yuli Nopiyanti
2020-04-23 10:20:47
Indonesia Siapkan Terapi Plasma Darah, Tiru Cara Iran Obati Pasien Corona
Ilustrasi Plasma Darah yang di sebut bisa mengobati virus corona (Foto:Dok.Istimewa)

Demi menutus rantai pandemi virus corona (Covid-19) yang terus mewabah, Indonesia dikabarkan akan melakukan metode penyembuhan pasien dengan metode plasma darah.



Tak hanya itu saja bahkan hal ini juga disampaikan langsung oleh wakil Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Brigjen A Budi Sulistya saat memberikan keterangan pers, Selasa 22 April 2020.



Namun menurutnya Tim kesehatan RSPAD Gatot Subroto telah bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Eijkman dan Bio Farma Bandung melakukan uji konvalesen plasma atau plasma darahdari pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19.



Bahkan tak hanya itu saja Brigjen Budi juga mengatakan RSPAD telah mengantongi izin penelitian dari komisi etika pelayanan penelitian kesehatan.



Namun tahap tersebut baru sebagai uji klinis dan belum diketahui sejauh mana efektifitasnya terhadap pasien virus corona.



"Kami sampaikan bahwa tim peneiliti sudah mengantongi izin etik untuk melakukan pelayanan dan penelitian," ujar Brigjen Budi, Rabu 22 Aptil 2020.



"Saat ini kami sudah melakukan beberapa proses pengambilan sampel dari beberapa donor sesuai protokol penelitian kami sudah memberikan kepada pasien," tambahnya.



Tak hanya itu saja bahkan diketahui, metode plasma darah secara sederhana dilakukan dengan mengambil plasma darah dari pasien sembuh Covid-19 yang kemudian ditransfusikan kepada pasien yang masih terjangkit.



Namun tak hanya itu saja sementara itu studi tahun 2020, yang terbit dalam Journal of the American Medical Association, menemukan bahwa transfusi plasma darah pasien yang telah sembuh terbukti dapat membantu dalam penyembuhan pasien sakit kritis dengan Covid-19.



Pada penelitian tersebut, tercatat bahwa terdapat 5 pasien rentang usia 36 tahun - 65 tahun, 2 wanita menerima ventilasi mekanik pada saat pengobatan dan semua telah menerima antivirus dan methylprednisolone.



Setelah transfusi plasma, suhu tubuh menjadi normal dalam 3 hari pada 4 dari 5 pasien.



Namun tak hanya itu saja bahkan memang pengobatan dengan menyuntikkan plasma darah ini sudah digadang-gadang beberapa waktu yang lalu, antibodi dari plasma darah atau serum dari orang-orang yang telah sembuh dari infeksi virus corona SARS-CoV-2 bisa menambah imunitas dari pasien yang baru terinfeksi.



Namun, lebih lanjut hasil penelitian ini memerlukan evaluasi dalam uji klinis acak, sehingga masih perlu dilakukan penelitian ulang.


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30