Seorang bocah berumur 8 tahun di tangerang tertarik kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Berawal dari main kabel sutet dirinya tidak sadar saat kabel ditarik dan membawa dirinya ke ketinggian sekitar 15 meter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Kosrudin, melalui pesan singkatnya, Jumat 17 April 2020, membenarkan peristiwa tersebut.
“Dia enggak tahu kalau kabel itu mau ditarik, anaknya gelantungan pada saat kabel masih rendah, tapi lama kelamaan ketarik sampai tinggi, dia enggak berani lepas,” katanya.
Kosrudin menjelaskan, awalnya bocah bernama Nadin ini tengah bermain di area proyek pemasangan kabel sutet yang tak jauh dari rumahnya. Setelah melihat Nadin sudah berada tinggi, sejumlah warga sudah siaga di bawah lengkap dengan matras menyuruh Nadin untuk melepaskan genggamannya.
“Terjun bebas, ditangkap warga. Tapi anaknya masih sadar, mungkin ada cidera ringan. Makanya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dicek semuanya,” ujar Kosrudin.
Kosrudin mengaku kecewa dengan petugas PLN yang tidak menempatkan personel setiap beberapa meter untuk mengawasi pengerjaan pemasangan kabel tersebut.
“Petugas yang narik itu kan dari jarak jauh, beberapa kilometer dari titik awal. Dikiranya cuma kebun atau lahan kosong, yang ternyata ada rumah penduduk, seharusnya ada pengawasan setiap beberapa meter agar tidak ada warga yang mendekat,” katanya.
Aksi penyelamatan bocah 8 tahun tersebut sempat direkam warga dan viral di media sosial. Sebuah video amatir tersebut merekan proses bocah berusia 8 tahun yang lompat dari ketinggian. Bocah bernama Nadin berusia 8 tahun tersebut, masih beruntung nyawanya masih tertolong setelah lompat dari kabel proyek Sutet setinggi 15 meter.
Di dalam video tersebut, Nadin bertriak minta tolong karena sudah tidak kuat lagi untuk berpegangan menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
“Tolong, aku udah enggak kuat pegangan. Mau turun,” teriak Nadin yang terus bergelantung sekuat tenaga dengan kedua tangannya.
Warga yang melihat kejadian tersebut bertriak agar Nadin untuk bertahan menunggu warga mencari alat untuk membantunya. Kejadian tersebut terjadi di Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang pada Kamis sore, 16 April 2020.
“Jangan loncat! Jangan dilepas ya! Ayo kasur mana kasur, tangkep” teriak beberapa warga yang terus mengikuti kemana Nadin bergelantung.