Tak Ada Lagi Korban Jiwa, Ini Cara Vietnam Menekan Korban Corona

Tak Ada Lagi Korban Jiwa, Ini Cara Vietnam Menekan Korban Corona

Ahmad
2020-04-12 14:36:45
Tak Ada Lagi Korban Jiwa, Ini Cara Vietnam Menekan Korban Corona
Foto: Ap

Otoritas Vietnam dalam melawan virus Corona baru (COVID-19) akan segera berakhir secara bertahap. Sebeb, Kemarin otoritas Vietnam melaporkan tak ada lagi korban jiwa akibat COVID-19 dan penerbangan pesawat domestik segera dibuka.


Penanganan COVID-19 di Vietnam memang mendapat pujian dari berbagai negara. Vietnam yang berbatasan dengan China yang sempat menjadi pusat penyebaran COVID-19 mampu dianggap mampu menekan laju penyebaran virus tersebut.


Sejak pandemi COVID-19 mulai menyebar, Pemerintah Vietnam telah menyatakan 'perang' melawan COVID-19 melui kebijakan-kebijakan untuk mencegah penyebaran pun dilakukan di Vietnam.


"Memerangi epidemi ini, berarti memerangi musuh," kata PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc dalam pertemuan Partai Komunis sebelum pandemi itu menyerang Vietnam, dilansir DW pada Minggu 12 April 2020.


Salah satu kebijakan yang dilakukan untuk melakukan perlawanan terhadap COVID-19 adalah kebijakan karantina yang ketat, dan melakukan penelusuran lengkap semua orang yang kontak dengan pasien COVID-19 tersebut. Langkah-langkah ini dilaksanakan jauh lebih awal dari China, di mana penguncian seluruh kota digunakan sebagai upaya terakhir untuk menjaga agar virus tidak menyebar lebih jauh.


Sejak awal, siapa pun yang tiba di Vietnam dari daerah berisiko tinggi akan dikarantina selama 14 hari. Semua sekolah dan universitas juga telah ditutup sejak awal Februari.


Pada akhir Maret, PM Phuc juga telah memerintahkan isolasi selama 15 hari untuk seluruh wilayah Vietnam. Warga harus tinggal di rumah dan hanya boleh keluar untuk kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan.


Warga juga dilarang berpergian dan berkumpul, serta menjaga jarak setidaknya 2 meter. Warga Vietnam juga diharuskan memakai masker ditempat umum.


Otoritas negara ini juga telah melarang penerbangan domestik sejak 30 Maret 2020 kecuali untuk rute dari Hanoi ke Kota Ho Chi Minh, dan dari Hanoi / Kota Ho Chi Minh ke Da Nang dan Phu Quoc. Rute-rute ini akan dipertahankan dengan frekuensi maksimum satu perjalanan pulang pergi per hari untuk setiap maskapai.


Vietnam juga melarang penerbangan dari luar negeri. Visa untuk para pelancong juga dihentikan. Aturan itu mengikuti larangan penerbangan yang jauh sebelumnya telah diterapkan, seperti larangan penerbangan dari China dan sejumlah negara.


Kemudian, Pejabat keamanan atau mata-mata Partai Komunis dapat ditemukan di setiap jalan dan persimpangan di setiap lingkungan dan di setiap desa. Militer juga mengerahkan tentara dan material dalam perang melawan COVID-19.


Dilansir kantor berita pemerintah Vietnam News Agency (VNA), Minggu 12 April 2020,  siapapun yang melanggar aturan pencegahan COVID-19 akan menghadapi denda berat atau bahkan pidana.


Kemudian bagi mereka yang melanggar protokol karantina, akan didenda 10 juta dong atay Rp 7 juta dan akan diadili secara pidana. Tempat makan yang tidak mengikuti perintah penutupan juga didenda maksimal 20 juta dong atau Rp 14 juta. 


Share :