Misteri Carrimycin, yang disebut Dahlan Iskan Jadi Obat COVID-19

Misteri Carrimycin, yang disebut Dahlan Iskan Jadi Obat COVID-19

Ahmad
2020-04-09 13:46:45
Misteri Carrimycin, yang disebut Dahlan Iskan Jadi Obat COVID-19
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Carrimycin menjadi trending di Google terkait penanganan infeksi virus corona atau COVID-19. Obat tersebut djelaskan dalam blog Dahlan Iskan, sudah dipakai di sembilan rumah sakit di sembilan kota di China.


Dalam blognya, Dahlan menulis obat carrimycin sudah ditemukan pada Juni tahun 2019, saat belum ada COVID-19. Carrimycin ditemukan untuk penanganan bakteri dan infeksi, juga untuk kanker. Namun karena ada COVID-19, carrimycin direview untuk penanganan penyakit tersebut.


"Banyak lagi obat lama yang juga di-review. Termasuk Hydroxychloroquine tadi. Pemerintah Tiongkok akhirnya memutuskan bahwa Carrimycin resmi masuk dalam daftar 10 obat tadi. Carrimycin dinilai efektif untuk Covid-19. Carrimycin pun mulai diproduksi di Shanghai," tulis Dahlan dalam blog pribadinya.


Dilansir dari TrialSiteNews, Kamis 9 April 2020, carrimycin dikembangkan di China dan disetujui pejabat setempat pada 24 Juni 2019. Obat ini secara khusus dikembangkan untuk mengobati saluran pernapasan atas dengan nama dagang Bite. 


Pengembangan carrimycin dikembangkan Profesor Yiguang Wang dari Institute of Medicinal Biotechnology, Chinese Academy of Medical Sciences dengan teknologi sintetis.


"China memiliki hak kekayaan intelektual eksklusif sepenuhnya dan teknologi inti atas obat ini," seperti ditulis dalam situs Chinese Academy of Medical Sciences, Peking Union Medical College.


Carrimycin diklaim memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terutama untuk jenis mycoplasma dan chlamydia. Dampak carrimycin tidak menimbulkan efek resistensi silang terhadap jenis obat lain yang sama. Studi untuk mengetahui efektivitas carrimycin menghadapi COVID-19 diluncurkan Beijing Youan Hospital pada 23 Februari 2020.


Studi fase 4 dilakukan pada 27 Februari 2020 dengan menyertakan inform consent dari pasien. Mereka yang berpatisipasi mengkonsumsi carrimycin atau salah kontrol aktif, yang berasal dari jenis chloroquin dan lopinavir/ritonavir. Riset carrimycin dikatakan menarik perhatian banyak pusat penelitian di China.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00