Pertamina Terus Siapkan Strategi untuk Turunkan Impor Minyak

Pertamina Terus Siapkan Strategi untuk Turunkan Impor Minyak

adminweb
2020-03-09 13:45:00
Pertamina Terus Siapkan Strategi untuk Turunkan Impor Minyak
Foto Istimewa

Belakangan ini PT.Pertamina (persero) kini terus berupaya untuk menekan angka impor minyak dan gas (migas). Seperti yang di ketahui bahwa negara Indonesia kini masih tergantung dengan suplai negara lain.


Bahkan meski angka impor migas kini sudah tercatat turun. Kini pihak pertamina tetap masih memiliki langkan untuk menurunkan impor migas. Bahkan dilansir dari data yang diterima wartawan pada, Minggu 8 Maret 2020, ada beberapa strategi yang telah disusun oleh Pertamina.


Setrategi yang Pertama, yaitu maksimalisasi lifting minyak mentah (crude) domestik akan terus dilakukan. Program maksimalisasi MM Domestik yang dilakukan pada 2019 tercatat meningkatkan volume pengolahan MM Domestik hingga 17,2 persen.


"Program Maksimalisasi MM Domestik meningkatkan volume pengolahan sebesar 35,7 juta barel atau naik 17,2 persen dibanding 2018," demikian tertulis dalam data tersebut.


Bahkan nantinya juga sudah ditargtekan, proyek gasifikasi batu bara ini bisa on-stream pada 2023 mendatang.


Ada juga yang Kedua, gasifikasi batu bara. Pertamina bersama PT Bukit Asam akan mengkonversikan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar gas alternatif yang memiliki beberapa kelebihan.


"Lebih bersih, kandungan CO2 dan nitric oxide emissions lebih kecil, ramah lingkungan dan mengurangi impor LPG," demikian tertulis dalam data.


Yang terakhir yaitu Biorefinery Project, yang dapat dilakukan melalui 3 strategi, yaitu Co-processing, Conversion dan Standalone.


"Dengan Standalone, CPO diolah 100 persen dengan membangun kilang gas baru (grass root) dengan kapasitas olah CPO hingga 20 ribu barel per hari atau 1 juta ton per tahun," demikian bunyi keterangan yang tertulis.


Bahkan dengan ketiga setrategi ini bisa untuk mengurangi penurunan angka impor minyak.


Share :