Puluhan pria di Samarinda, Kalimantan Timur, tertipu hingga jutaan rupiah. Pria-pria itu tertipu melalui akun palsu MiChat ketika berjanjian kencan dengan perempuan untuk semalam.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Samarinda Kota Ipda Abdillah Dalimunthe meminta agar korban membuat laporan resmi kepada polisi, agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berwajib.
"Selama ini hanya FKPM saja yang tembuskan informasi itu ke kami. Belum ada laporan resmi korban. Beberapa kali laporan korban itu hanya ke FKPM," ujar Abdillah, Minggu, 8 Maret 2020.
Salah seorang korban berinisial AS (29) asal Samarinda, kehilangan 1,5 juta. Ia menceritakan kronologi kejadiannya.
"Dia bilang tarif Rp 1,5 juta main sepuasnya," kata AS saat menceritakan kronologis kejadian Sabtu 7 Maret 2020.
Setelah AS membuat janjian untuk bertemu pada sabtu malam. Sampai disana AS bertemu dengan seorang laki-laki.
"Saya datang jam 09.00 malam. Setelah di gang, saya ketemu dengan seorang laki-laki. Dia tanya saya, cari Dea ya mas? Saya jawab, iya," ujar AS.
Laki-laki tersebut lalu meminta uang kepada AS, sambil menunjukan rumah dua lantai yang memiliki ada tandon air warna merah. Laki-laki itu juga memberikan alasan jika dia diminta Dea untuk mengambil uang perjanjian.
"Itu kos Dea, kamar nomor 3, naik saja mas, saya diminta Dea ambilkan duitnya," kata AS saat menirukan ucapan laki-laki tersebut.
AS lalu memberikan uang itu dan menuju rumah lantai 2 tersebut. ketika AS sampai dan tidak menemukan ada tangga, lalu AS kembali bermaksut menanyakan tapi pria itu sudah menghilang.
"Setelah ke sana, kok enggak ada tangga rumah. Saya balik mau tanyakan tangga naiknya di bagian mana, pria itu sudah hilang," kata AS.
Ia tidak menemukan laki-laki itu tapi bertemu dengan laki-laki lain dan ternyata dia juga korban. Dan ketika ditanya AS si korban juga tertipu dengan nilai uang 1,5 juta.
"Kebetulan di saat bersamaan saya ketemu laki-laki seusia juga. Saya tanyakan, ternyata dia juga tertipu dengan nilai uang sama Rp 1,5 juta," kata AS.