Presiden Jokowi Umumkan 2 WNI Terinfeksi Corona, 2 Saham BUMN Melonjak Tajam

Presiden Jokowi Umumkan 2 WNI Terinfeksi Corona, 2 Saham BUMN Melonjak Tajam

Ahmad
2020-03-03 10:00:00
Presiden Jokowi Umumkan 2 WNI Terinfeksi Corona, 2 Saham BUMN Melonjak Tajam
Ilustrasi keadaan di Bursa Efek Indonesia. Foto: Istimewa

Kemarin, Senin 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumumkan adanya dua warga negara Indonesia atau WNI yang positif terjangkit virus Corona. Terkait harga saham beberapa perusahaan terpantau melonjak tajam di perdagangan bursa pada sesi pertama hari ini. 


Misalnya, dua saham yang terpantau menguat adalah emiten farmasi BUMN yakni PT Kimia Farma Tbk. dengan (KAEF) dan PT Indofarma Tbk. (INAF). Kenaikan pesat juga dialami saham PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ), pengelola jaringan Rumah Sakit Mayapada.


Harga saham KAEF ditutup naik 17,24 persen atau 100 poin di level Rp 680 pada perdagangan sesi pertama.Harga saham KAEF sempat menyentuh level Rp 720, naik 140 poin atau 24 persen pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin, 2 Maret 2020.


Hingga penutupan perdagangan, Mirae Asset menjadi sekuritas yang paling aktif melakukan transaksi untuk saham KAEF. Mirae Asset membeli 2,65 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,81 miliar. Sekuritas ini juga menjual saham KAEF dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,56 miliar dengan volume transaksi sebesar 2,26 juta lembar saham.



Saham farmasi INAF juga melonjak tajam hingga menyentuh angka 22,77 persen, naik 102 poin ke level Rp 550 pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini. Adapun harga saham emiten yang kini berfokus memproduksi alat kesehatan ini sempat melonjak 25 persen atau 112 poin menjadi level Rp560.


Kresna Sekuritas menjadi sekuritas yang paling aktif membeli saham INAF dengan transaksi sebesar Rp 1,25 miliar dan volume transaksi sebesar 2,28 juta lembar saham. Sementara itu, Mirae Asset menjadi sekuritas yang paling aktif menjual saham INAF dengan nilai transaksi sebesar Rp 884,37 juta dan volume transaksi sebesar 1,65 juta lembar saham.


Kenaikan harga saham juga terjadi pada SRAJ yang ditutup menguat 21,05 persen atau 40 poin ke level Rp 230 hingga sesi pertama perdagangan hari ini. Kenaikan saham tersebut juga membuat laju saham SRAJ menanjak 10,58 persen dalam satu pekan terakhir.


Menanggapi fenomena itu, Kepala Riset Praus Capital, Alfred Nainggolan menyebutkan kenaikan harga saham ketiga emiten itu hanya karena pasar memanfaatkan sentimen internal. 


“Korelasinya pasti ada, beberapa emiten naik signifikan karena saham-saham tersebut relate dengan kesehatan,” ujar Alfred.


Sayangnya, Alfred belum bisa menilai kenaikan harga saham keduanya akan bertahan hingga sesi kedua perdagangan hari ini karena hal tersebut sangat bergantung pada pemberitaan perihal virus Corona.


Laju saham KAEF, INAF, dan SRAJ terbilang anomali karena IHSG terkulai 1,02 persen ke level 5.397,31 pada jeda siang, meskipun sempat dibuka rebound dengan penguatan 0,04 persen atau 2,34 poin di posisi 5.455,05. Sepanjang perdagangan sesi pertama hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.392,50-5.456,74.



Share :