Otoritas Australia baru saja melaporkan kematian pertama akibat virus corona di wilayah tersebut. Pasien tersebut merupakan seorang kakek asal Perth telah dikonfirmasi meninggal akibat virus corona pada Sabtu 29 Februari 2020.
Dilansir dari Associated Press, Senin 2 Maret 2020, kakek yang berusia 78 tahun ini diketahui merupakan salah satu penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang sempat dikarantina di Jepang.
"Saya minta maaf untuk memberitahukan bahwa sangat disayangkan, seorang pria berusia 78 tahun yang sedang dirawat di Rumah Sakit Charles Gardiner dengan virus corona, meninggal dunia semalam 29 Februari 2020. Belasungkawa kami bersama keluarganya," ucap Kepala Otoritas Kesehatan Australia Barat, Andrew Robertson, dalam pernyataannya pada Minggu 1 Maret 2020 waktu setempat.
"Sangat disayangkan, dia menjadi kematian pertama dari virus corona di Australia," imbuhnya.
Istri kakek ini sebelumnya juga dinyatakan positif virus corona dan saat ini kondisinya dinyatakan stabil.
"Istrinya dalam kondisi stabil. Seperti yang Anda ketahui, dia didiagnosis (positif virus corona) beberapa hari lalu dan dia saat ini dalam kondisi stabil," sebut Robertson.
Sebelumnya, Australia diketahui mengevakuasi sejumlah besar warganya yang menjadi penumpang kapal pesiar Diamond Princess, yang terpaksa dikarantina di Yokohama, Jepang selama dua pekan akibat wabah virus corona. Sejauh ini, dilaporkan 706 orang positif virus corona dari kapal pesiar tersebut.
Pasangan kakek dan nenek ini diketahui positif virus corona usai dipulangkan ke Australia dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Lebih lanjut, Robertson menyatakan sejauh ini tidak ada risiko penularan masyarakat terkait wabah virus corona di wilayah Australia.
"Kasus yang sangat tragis ini masih berkait dengan Diamond Princess, tidak ada penyebaran masyarakat jadi publik tidak seharusnya panik pada saat ini," ujarnya.
"Dia teridentifikasi sangat dini, ketika dia dalam penerbangan kembali dari Diamond Princess. Dia ditempatkan dalam karantina dan dipindahkan kepada kami dan kemudian jelas ditempatkan dalam karantina usai kedatangannya... dan dia telah berada di dalam karantina sejak saat itu. Jadi tidak ada risiko bagi masyarakat umum atau pada staf (medis)," tegas Robertson.