Pemprov Sumut Dukung Penataan Kawasan Heritage Kota Medan

Pemprov Sumut Dukung Penataan Kawasan Heritage Kota Medan

Dedi Sutiadi
2020-02-15 15:57:07
Pemprov Sumut Dukung Penataan Kawasan Heritage Kota Medan
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memimpin rapat penataan kawasan bersejarah Kota Medan di Ruang Rapat Lantai 10 Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan, Kamis 13 Februari 2020. (Foto: Istimewa)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendukung penataan kawasan bersejarah (Heritage) di Kota Medan oleh Pemerintah Kota (Pemko). Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memimpin rapat penataan kawasan bersejarah Kota Medan di Ruang Rapat Lantai 10 Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan, Kamis 13 Februari 2020.


Gubernur menyampaikan dukungannya karena ibukota provinsi haruslah menjadi warna bagi provinsi. Seperti Kota Surabaya yang menjadi warna dan ikon Provinsi Jawa Timur. “Saya ingin Kota Medan ini besar. Saya dukung rencana Pemko Medan, kalau bisa diwarnai dengan benar ibukota Sumut ini,” ujar Edy Rahmayadi.


Menurut Edy, perekonomian di Kota Medan meningkat jika kota ditata dengan baik dan benar. Bahkan kunjungan wisatawan mancanegara pun bisa meningkat. “Kita buat bagus Kota Medan ini, maka perekonomian meningkat. Kita pun semakin nyaman dengan kota kita ini,” katanya.


Selain itu, Edy juga meminta Pemko Medan tetap berkoordinasi dengan jajaran Pemprov Sumut, terutama terkait rencana yang dipaparkan oleh Pemko Medan. “Pemko Medan berkoordinasi dengan Pemprov, kita buat ini (Kota Medan) bagus dan benar,” ucapnya.


Sebelumnya, Plt Walikota Medan Akhyar Nasution memaparkan rencana Pemko menata kawasan bersejarah. Salah satunya adalah bangunan bersejarah Medan Warenhuis yang berada di Jalan Hindu Kesawan. Gedung Warenhuis merupakan supermarket pertama yang ada di Kota Medan pada masa kolonial. Gedung yang berumur 103 tahun tersebut saat ini sudah berada dalam pengelolaan Pemerintah Kota Medan.


Gedung Medan Warenhuis pernah terbakar sehingga bangunan tersebut sudah sangat rusak. Untuk itu, Pemko Medan akan membenahi gedung tersebut sehingga bisa dimanfaatkan. Menurut Akhyar, jika kawasan bersejarah tersebut berhasil ditata, perekonomian akan meningkat. Seperti Semarang yang menata kota tuanya sehingga pertumbuhan ekonomi di kawasan itu meningkat.


Selain gedung Warenhuis, pedestrian di kawasan Kesawan juga akan ditata sehingga pejalan kaki bisa dengan nyaman berjalan di kawasan Kesawan. “Minggu lalu saat kami membicarakan penataan kawasan kumuh dengan Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, kami sampaikan rencana ini dan disambut baik, mengingat Kota Tua Semarang yang juga ditata dan pertumbuhan ekonomi di kawasan itu meningkat 4 kali lipat,” kata Akhyar.



Pewarta: Ekel Sembiring

Edotor: Dedi Sutiadi


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00