Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah resmi membentuk holding BUMN farmasi, dimana PT Bio Farma (Persero) ditetapkan sebagai leader atau induk dari holding tersebut.Adapun holding BUMN farmasi tersebut beranggotakan PT Kimia Farma Tbk dan PT Indonesia Farma Tbk dengan total aset yang kini dimiliki oleh ketiga perusahaan tersebut mencapai Rp30,6 triliun.
Juru bicara Kementerian BUMN, Arya Sinulingga mengatakan bahwa holding BUMN farmasi tersebuttelah dibentuk Erick Thohir sejak akhir Januari 2020 lalu. PT Bio Farma (Persero) sebagai menjadi induk dari PT Kimia Farma Tbk. dan PT Indofarma Tbk. dalam holding BUMN farmasi menargetkan pendapatan senilai Rp16,8 triliun pada 2020.Holding juga menganggarkan belanja modal hampir Rp3 triliun pada tahun ini.Adapun, total aset yang kini dimiliki oleh ketiga perusahaan tersebut berkisar Rp30,6 triliun.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyampaikan perincian penggunaan belanja modal sebesar Rp3 triliun.Sejumlah Rp500 miliar ada di Bio Farma untuk peningkatan kapasitas produksi, dan Kimia Farma sekitar Rp2 triliun untuk pembangunan pabrik bahan baku di Banjaran, Pulo Gadung. "San sisanya di Indofarma untuk peralatan medis dan herbal," ujarnya.
Honesti menyebut, ke depannya tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan aksi korporasi seperti right issue mengingat akuisisiPhapros oleh Kimia Farma banyak meninggalkan utang dan fasilitas refinancing karena penurunan suku bunga.
"Nanti kita lihat mana yang paling cepat dan paling efektif. Kalau rights issue nanti kita lihat kondisi market lah," sambungnya.
Namun, karena kondisi market yang saat ini tidak kondusif, Honesti menilai menerbitkan rights issue bukan keputusan yang bijak. Perseroan pun mengkaji prospek pendanaan dari investor langsung.