Situ Cisanti di Bandung ini Selalu Dikunjungi Wisatawan untuk Berburu Berkah, Begini Cerita dari Juru Pelihara Makam

Situ Cisanti di Bandung ini Selalu Dikunjungi Wisatawan untuk Berburu Berkah, Begini Cerita dari Juru Pelihara Makam

Ekel Suranta Sembiring
2020-07-13 13:45:25
Situ Cisanti di Bandung ini Selalu Dikunjungi Wisatawan untuk Berburu Berkah, Begini Cerita dari Juru Pelihara Makam
Situ Cisanti (foto: cibunus.blogspot.com)

Pangsiraman Situ Cisanti yang berada di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, selalu dikunjungi peziarah dan wisatawan.

Rata-rata pengunjung Situ Cisanti ini melakukan berdoa meminta berkah di makam yang berada di sekitar danau tersebut. Diketahui, makam yang berada di sekitar danau tersebut yakni makam Pangeran Ranggawulung Mayang Ciwe, Situs petilasan Dipati Ukur, dan Pangeran Jagatrasa.

Baca Juga: Curug Kancil di Jabar ini Dilarang Berpakaian Baju Merah bila Berkunjung, Begini Ceritanya

Baca Juga: Batu Bleneng di Tol Cipali ini Menyimpan Misteri Mengundang Maut bila Dihancurkan, Benarkah?

Baca Juga: Pohon Beringin di Kota Cirebon ini Dipercaya Tempat Berkumpul Kuntilanak Hingga Gondoruwo, Begini Cerita Warga Setempat

Entah mulai kapan kebiasaan warga berziarah di kawasan Arboretum Gunung Wayang Windu itu, namun warga meyakini mitos yang menyebutkan kawasan Cisanti merupakan tempat petilasan Sembah Dalem Dipati Ukur yang merupakan tokoh sejarah Sunda. Ia adalah Wedana para Bupati Priangan bawahan Mataram pada abad ke-17 yang ikut memimpin sebuah pasukan besar untuk menyerang Belanda di Batavia (1628) atas perintah Mataram.

Situ Cisanti merupakan danau buatan yang menampung air dari 7 mata air utama Sungai Citarum. Yakni mata air Pangsiraman, Cikolebere, Cikawadukan, Cikahuripan, Cisadana, Cihaniwung, dan Cisanti. Warga sekitar menyebut kawasan mata air ini dengan sebutan terhormat, yaitu mastaka Citarum atau kepala Citarum.

Dilansir dari travel.tempo.co, seorang juru pelihara makam bernama Mang Atep mengatakan, setiap mata air konon memiliki kesaktian. Misalnya mata air Pangsiraman  menjadi tempat mandi bagi mereka yang ingin mencari jodoh, jabatan atau kekayaan. Air Cikahuripan untuk  mendapatkan ketenangan batin, air Cikawadukan untuk memperoleh kesaktian.

Mitos ini masih tetap menjadi cerita di kalangan masyarakat Sunda. “Bahkan, masih ada sejumlah pejabat yang datang ke sini untuk  mandi di sejumlah mata air di Situ Cisanti,” kata Mang Atep.

Situ Cisanti seluas  7 hektare itu dikelilingi  perkebunan Talun Santosa, puncak Gunung Wayang, Windu, dan Gunung Rakutak. Udaranya dingin dan mudah berkabut. Di pagi hari, ketika matahari menyinari bagian tengah danau dan meninggalkan garis cahaya keemasan di rerumputan pinggir danau. Kabut tipis dan gulungan awan hitam memayungi hutan di punggung dan puncak gunung.

Wisatawan umumnya melakukan hiking mengelilingi pinggiran danau atau ke hutan-hutan di punggung bukit, berperahu keliling danau, makan bersama atau botram, atau sekadar kongko bersama teman-teman sambil melepas penat melihat kebun saya dan pohon kopi.

Baca Juga: Gunung Lawu di Pulau Jawa ini Dilarang Didaki Warga Asal Bojonegoro dan Cepu, Begini Penjelasan Kepala Dusun Cemoro Sewu

Baca Juga: Dibalik Keindahan Rawa Bacin di Indramayu ini Diselimuti Aura Mistis, Begina Cerita dari Tokoh Warga Setempat

Baca Juga: Jembatan Eretan di Indramayu ini Terkenal Angker, Begini Cerita Mistis dari Seorang Nenek

Jarak menuju Situ Cisanti sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Bandung. Kondisi jalan menuju tempat wisata sebagian besar sudah mulus beraspal dan beton. Beberapa ruas jalan masih jelek namun jaraknya pendek saja karena pengerjaan yang belum selesai. Tiket masuk ke kawasan itu,  Rp 5.000 per orang dan parkir kendaraan Rp 2.500. Tidak ada rumah makan, hanya warung-warung kopi dan beberapa pedagang makanan pikulan di sekitar danau.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00