JAKARTA – Pemerintah memastikan memiliki sumber daya untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh dalam rencana restrukturisasi kepemilikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah tidak berencana mencari investor eksternal khusus untuk membayar kewajiban tersebut.
Dana akan berasal dari sumber daya internal badan usaha yang berada di bawah Kementerian Keuangan.
Pernyataan tersebut muncul menjelang rencana pengalihan kepemilikan yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September.
Dalam skema yang dibahas, Kementerian Keuangan akan mengambil kepemilikan 60 persen saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dari Danantara Indonesia.
PSBI merupakan konsorsium yang melibatkan PT KAI, Wijaya Karya, Jasa Marga dan PTPN III.
Restrukturisasi tersebut menjadi perhatian karena proyek kereta cepat memiliki kewajiban pembiayaan jangka panjang.
Pemerintah menyatakan akan menghitung besaran kewajiban secara rinci setelah proses pengalihan selesai.
Whoosh telah menjadi moda transportasi penting di koridor Jakarta–Bandung. Namun pembiayaan proyek terus menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian publik.
Pemerintah menekankan penyelesaian kewajiban akan dilakukan dengan skema yang telah disiapkan tanpa perlu mencari investor baru khusus untuk membayar utang.






