Kasus hukum besar tengah mengguncang industri musik internasional setelah musisi asal Amerika Serikat, D4vd, resmi didakwa atas dugaan pembunuhan tingkat pertama terhadap seorang remaja bernama Celeste Rivas Hernandez yang baru berusia 14 tahun. Kasus ini langsung menjadi perhatian publik karena melibatkan nama besar yang sedang berada di puncak popularitas.
D4vd yang memiliki nama asli David Anthony Burke, menghadapi berbagai dakwaan berat. Ia dituduh melakukan pembunuhan dengan sejumlah unsur pemberat, termasuk dugaan pembunuhan untuk tujuan tertentu, menghilangkan saksi, hingga tindakan yang memperburuk posisi hukum.
Tidak hanya itu, ia juga didakwa atas dugaan pelecehan terhadap anak di bawah umur serta tindakan mutilasi terhadap jasad korban.
Kasus ini bermula dari laporan hilangnya Celeste Rivas Hernandez pada 2024. Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada 2025 di dalam bagasi sebuah mobil Tesla yang terdaftar atas nama D4vd. Penemuan tersebut menjadi titik awal penyelidikan besar yang kemudian menyeret nama sang musisi sebagai tersangka utama.
Seiring berjalannya proses hukum, kasus ini terus berkembang hingga pada 2026 jaksa secara resmi mengajukan dakwaan pembunuhan tingkat pertama. Perkembangan ini semakin memperkuat perhatian publik terhadap kasus yang dinilai kompleks dan penuh kontroversi.
Meski demikian, D4vd menolak seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Melalui tim kuasa hukumnya, ia menyatakan akan melawan dakwaan tersebut dan menantang seluruh bukti yang diajukan oleh pihak penuntut di pengadilan.
Jika nantinya terbukti bersalah, D4vd berpotensi menghadapi hukuman yang sangat berat, mulai dari penjara seumur hidup hingga hukuman mati, mengingat adanya sejumlah faktor pemberat dalam kasus ini.
Di sisi lain, keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan keadilan atas kematian anak mereka yang masih sangat muda.





