Penggunaan perangkat digital seperti komputer, laptop, dan ponsel dalam waktu lama kini menjadi bagian dari keseharian. Namun, kebiasaan menatap layar tanpa jeda dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu kumpulan gangguan pada mata dan penglihatan akibat aktivitas visual intensif dalam jangka panjang.
Computer Vision Syndrome ditandai dengan berbagai keluhan, seperti mata lelah, mata kering, pandangan kabur, sakit kepala, hingga nyeri pada leher dan bahu. Gejala ini muncul karena mata dipaksa bekerja lebih keras untuk fokus pada layar, ditambah frekuensi berkedip yang cenderung menurun saat seseorang berkonsentrasi.
Faktor pemicu CVS tidak hanya durasi penggunaan layar, tetapi juga posisi duduk, jarak pandang, pencahayaan ruangan, serta kualitas tampilan layar. Pantulan cahaya, kontras yang buruk, dan ukuran teks yang terlalu kecil dapat memperparah ketegangan pada mata.
Jika dibiarkan, Computer Vision Syndrome dapat menurunkan produktivitas dan kenyamanan kerja. Meski umumnya tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup, terutama bagi pekerja kantoran, pelajar, dan pengguna gawai aktif.
Untuk mengurangi risiko CVS, disarankan menerapkan aturan istirahat mata secara berkala, seperti metode 20-20-20, menjaga jarak pandang yang ideal, serta memastikan pencahayaan ruangan cukup. Pemeriksaan mata secara rutin juga penting untuk memastikan kondisi penglihatan tetap optimal.






