Isu tentang Bumi yang disebut akan kehilangan gravitasi pada Agustus 2026 ramai beredar di media sosial dan platform video pendek. Narasi tersebut memicu kekhawatiran publik karena dikaitkan dengan kemungkinan manusia melayang, atmosfer menghilang, hingga kehidupan di Bumi berakhir. Klaim ini umumnya disajikan tanpa penjelasan ilmiah yang utuh dan cenderung bersifat sensasional.
Menanggapi hal tersebut, NASA menegaskan bahwa tidak ada dasar ilmiah yang mendukung klaim Bumi akan kehilangan gravitasi, baik pada 2026 maupun di waktu lain. Gravitasi Bumi merupakan hasil dari massa planet yang sangat besar dan tidak dapat “hilang” secara tiba-tiba tanpa peristiwa kosmik ekstrem yang mustahil terjadi tanpa tanda-tanda jelas jauh sebelumnya.
NASA menjelaskan bahwa perubahan gravitasi Bumi hanya bisa terjadi jika terjadi perubahan besar pada massa planet, seperti tabrakan dengan objek langit raksasa atau kehancuran struktur internal Bumi. Hingga kini, tidak ada data astronomi maupun pemantauan ilmiah yang menunjukkan potensi kejadian tersebut dalam waktu dekat.
Isu ini diduga muncul dari kesalahpahaman terhadap fenomena astronomi, simulasi ilmiah, atau konten fiksi yang dipelintir seolah-olah merupakan prediksi resmi. NASA menekankan bahwa banyak simulasi dibuat untuk tujuan edukasi dan penelitian, bukan sebagai ramalan kejadian nyata yang akan terjadi pada tanggal tertentu.
NASA mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi terkait sains dan antariksa, terutama yang viral di media sosial. Informasi ilmiah seharusnya didasarkan pada data, penelitian, dan penjelasan yang dapat diverifikasi, bukan klaim dramatis yang berpotensi menyesatkan dan menimbulkan kepanikan publik.






