Aparat mengungkap kasus penipuan daring dengan modus pig butchering yang melibatkan puluhan warga negara asing di wilayah Tangerang. Modus ini memanfaatkan pendekatan emosional dengan menyamar sebagai pasangan romantis untuk membangun kepercayaan korban sebelum akhirnya melakukan penipuan finansial.
Dalam praktiknya, pelaku menggunakan identitas palsu di media sosial dan aplikasi pesan instan. Komunikasi dilakukan secara intens dan personal, sehingga korban merasa memiliki hubungan dekat. Setelah kepercayaan terbentuk, korban diarahkan ke investasi atau transaksi fiktif yang menjanjikan keuntungan besar.
Kasus ini semakin kompleks karena pelaku memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. AI digunakan untuk menghasilkan foto, suara, hingga pesan yang tampak meyakinkan, sehingga sulit dibedakan dari interaksi manusia asli. Hal ini membuat korban semakin yakin dan menurunkan kewaspadaan.
Modus pig butchering dikenal sebagai bentuk penipuan jangka panjang. Pelaku tidak langsung meminta uang, melainkan “menggemukkan” korban secara emosional terlebih dahulu. Ketika korban sudah terikat secara psikologis, permintaan dana diajukan dengan berbagai dalih.
Pemerintah dan aparat penegak hukum mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap pendekatan personal dari orang asing di dunia digital. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada janji keuntungan atau hubungan instan, serta selalu memverifikasi identitas sebelum melakukan transaksi keuangan apa pun.






