Bencana besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra memicu perhatian luas, terutama karena dampaknya yang signifikan terhadap masyarakat di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Hujan ekstrem, banjir bandang, serta longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat ribuan warga harus mengungsi dan mengalami kerugian material yang cukup besar. Situasi darurat ini mendorong berbagai lembaga dan komunitas untuk bergerak cepat memberikan dukungan.
Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menjadi salah satu organisasi yang langsung mengambil langkah sigap. Melalui koordinasi internal serta komunikasi dengan pihak-pihak lokal, Gekrafs mulai memetakan kebutuhan mendesak di tiga provinsi tersebut. Fokus utama mereka adalah menyalurkan bantuan yang benar-benar dibutuhkan warga terdampak, mulai dari logistik harian hingga perlengkapan darurat.
Menurut pernyataan resmi Gekrafs, bantuan yang sedang dihimpun mencakup makanan siap saji, air bersih, pakaian layak pakai, obat-obatan, dan kebutuhan bayi. Selain itu, Gekrafs juga menyiapkan dukungan non-material berupa relawan yang akan membantu proses distribusi dan pendataan di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat dan merata.
Koordinasi juga dilakukan bersama komunitas kreatif di daerah-daerah terdampak. Gekrafs menilai bahwa keterlibatan para pelaku kreatif lokal sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan. Selain membantu distribusi, mereka turut menggalang donasi dan membuka kanal komunikasi dengan masyarakat umum yang ingin ikut berkontribusi.
Dengan gerakan cepatnya, Gekrafs berharap respons ini dapat meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat luas untuk terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk donasi maupun tenaga. Situasi di Aceh, Sumbar, dan Sumut diperkirakan masih membutuhkan bantuan berkelanjutan hingga kondisi benar-benar pulih.






