Istilah kaos oblong atau T-Shirt tentunya suda tidak asing lagi untuk didengar. Namun tahukah kalian siapa tokoh yang mempopulerkan T-Shirt.
Sejarah T-Shirt
T-Shirt atau kaus oblong awalnya digunakan sebagai pakaian dalam tentara Inggris dan Amerika pada abad 19 sampai awal abad 20.
Asal kata T-shirt berasal dari bentuknya yang menyerupai huruf "T", atau di karenakan pasukan militer sering menggunakan pakaian jenis ini sebagai "training shirt".
Teori lain bahwa T-shirt merupakan kependekan dari "Tyrannosaurus Shirt", mengingat potongan lengan yang pendek.
Awal Populer
Kaos Oblong atau T-Shirt mulai dipopulerkan saat dipakai oleh Marlon Brando tahun 1947, ketika ia memerankan tokoh Stanley Kowalsky dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, AS.
Kaos Oblong di Indonesia
Kaos Oblong masuk ke Indonesia karena dibawa oleh orang-orang Belanda. Saat itu kaos oblong di Indonesia termasuk barang mahal. Tahun 1970, kaos oblong baru menampakkan perkembangan yang signifikan hingga merambah ke segenap pelosok pedesaan.
Berwana putih, bahan katun-halus-tipis, melekat ketat di badan dan hanya untuk kaum pria. Tahun 1980 an dunia kaos oblong dikuasai oleh industri kreatif. Muncul merek-merek terkenal seperti C59 dari Bandung, JOGER dari Bali.
Hingga saat ini, di Indonesia sudah banyak muncul brand-brand lokal lainnya seperti GHOZALI EVERYDAY.
Brand GHOZALI EVERYDAY memproduksi dua T-Shirt yaitu berwarna putih dan hitam dengan bahan yang super nyaman dan harga terjangkau.