Ini Manfaat Masturbasi Menurut Medis yang Jarang Diketahui

Ini Manfaat Masturbasi Menurut Medis yang Jarang Diketahui

Foto
manfaat masturbasi di bidang medis (Picture: Ella Byworth for Metro.co)

Masturbasi ternyata memiliki manfaat di bidang medis, kerap diklaim baik untuk kesehatan karena bisa meredakan stres.

Banyak orang yang melakukan Masturbasi atau onani ketika berjauhan dari pasangan, cara ini bisa dikatakan cara yang aman dan alami untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

Dalam dunia medis masturbasi bisa berefek baik, masturbasi bukanlah perilaku yang tidak normal. Masturbasi baru dianggap berbahaya jika sudah mengganggu hubungan seksual dengan pasangan, atau menimbulkan kecenderungan ingin melakukannya di tempat-tempat umum.

Berikut manfaat masturbasi menurut medis yang jarang diketahui orang banyak


Baca juga: Sering Masturbasi? Bakal Bikin Impoten Gak Sih? Simak Disini

1. Menghilangkan stres

Menurut medis, Pelepasan stres dan otot tegang saat orgasme dapat menenangkan saraf serta meningkatkan testosteron.

2. Meningkatkan Kualitas Tidur

Sebab saat orgasme, tubuh melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin yang membuat nyaman. Ketika tubuh rileks, perasaan mengantuk bisa muncul dan bisa terlelap dengan cepat.

3. Berhubungan erat dengan perasaan senang

Dopamin adalah zat kimia yang keluar saat orgasme. Zat ini berhubungan erat dengan perasaan senang. Ketika hormon dopamin dan perasaan senang muncul, suasana hati atau mood dapat menjadi lebih baik

4. Mengurangi risiko kanker prostat 

Menurut Murray, beberapa penelitian menunjukkan masturbasi bisa meningkatkan kesehatan prostat dan dapat menurunkan risiko kanker prostat.

Baca juga: Laris Manis Mainan Seks, Masturbasi Jadi Pilihan Saat Wabah Virus Corona

5. Meningkatkan kualitas kehidupan seks

Menurut Pasciucco kegiatan Masturbasi bisa meningkatkan kualitas seks karena bisa membantu untuk memahami respons seksual yang ingin didapat.


6. Meringankan kram saat menstruasi

Pelepasan hormon endorfin ini dapat meredakan rasa keram dan ketidaknyaman di tubuh saat menstruasi.