Ketum PB HMI Sebut Pancasila Sebagai Pedoman Hidup Berbangsa

Ketum PB HMI Sebut Pancasila Sebagai Pedoman Hidup Berbangsa

Ahmad
2021-06-01 18:47:37
Ketum PB HMI Sebut Pancasila Sebagai Pedoman Hidup Berbangsa
KETUA UMUM PENGURUS BESAR HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM ATAU PB HMI, RAIHAN ARIATAMA. FOTO: YOUTUBE/CORRECTO OFFICIAL.

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam atau PB HMI, Raihan Ariatama menyebut Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa. 

Untuk itu, Pria yang lahir pada 25 Desember 1992 di Bukittinggi, Sumatera Barat ini, meminta kepada para milenial untuk tidak menjadikan Pancasila sebagai identitas politik. 

"Jangan dijadikan pancasila menjadi identitas politik tapi jadi pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara," kata Ketum PB HMI Raihan Ariatama dalam webinar 'Generasi Milenial, Generasi Pancasila' yang disiarkan secara langsung pada Selasa 1 Juni 2021 di kanal YouTube Correcto Official.

Baca Juga: Pancasila Menurut Generasi Milenial, Jansen Sitindaton Sebut NKRI Sudah Final Berketuhanan yang Maha Esa

Alumni UGM ini mengatakan, Indonesia merupakan negara yang terdapat banyak kerajaan dan suku dan kemudian menyatu menjadi Indonesia. 

"Indonesia negara yang aneh, terdapat banyak kerajaan dan suku dan kemudian menjadi Indonesia dan patut di contoh," kata lulusan SMAN 4 Kota Bukittinggi ini.

Mantan Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menyebutkan harus memahami Pancasila sebagai pedoman hidup yang mengandung nilai kemanusiaan. 

"Kita harus memahami Pancasila sebagai pedoman hidup yang mengandung nilai kemanusiaan," ucapnya.

Sayangnya, Ketum PB HMI periode 2021-2023 yang terpilih dalam Kongres Ke-XXXI HMI di Surabaya 17-25 Maret 2021, ini menyatakan telah terjadi kemunduran nilai Pancasila di masyarakat. Termasuk para milenial yang hanya mengedepankan konten yang viral bukan menolong, dalam konteks Pancasila sebagai nilai kemanusiaan.

"Terjadi kemunduran saat masyarakat tidak menjujung tinggi nilai kemanusiaan termasuk milenial. Jangan hanya mengedepankan konten untuk memviralkan sebuah kejadian. Namun, harus mengedepankan nilai kemanusiaan. yakni menolong," kata Raihan Ariatama. 

Terorisme Ganggu Persatuan Indonesia

Soal berbagai macam aksi terorisme dan hoaks yang terjadi Indonesia sangat menganggu persatuan yang berdasarkan Pancasila, kata Raihan Ariatama juga mudah dipercaya oleh kalangan milenial. 

Raihan Aritama berharap, para milenial ini mampu membantu jalannya demokrasi dan membantu memajukan Indonesia dalam bidang ekonomi, sosial, dan terpenting adalah menumbuhkan rasa persatuan bangsa.

Baca Juga: Arya Sinulingga Sebut Pancasila Sebagai Solusi Keberagaman di RI, Termasuk Milinial

"Aksi terorisme sangat mengganggu proses persatuan di Indonesia  dan juga berita hoaks yang juga kerap kali dipercaya, terutama para milenial," Ucapnya.

"Demokrasi yang kini terjadi di Indonesia ada perbedaan di tengah milenial. Dalam hal ini, anak muda juga diharapkan dapat membantu jalannya demokrasi dan memajukan Indonesia dalam bidang ekonomi, sosial, dan menumbuhkan rasa persatuan di Indonesia," sambungnya.


Share :